Selasa, 21 September 2010

BAB XIV STANDART OPERASI PROSEDUR ( SOP ) STASIUN POWER HOUSE

Garis Panduan Dan Prosedur Operasi Ruang Listrik

Peralatan di Stasiun ini meliputi :

A. STEAM TURBINE
1. Pemeriksaan Pendahuluan
Sebelum menjalankan peralatan untuk proses sangat penting untuk memeriksa secara lengkap Instalasi di ruang Mesin :
a) Periksa seluruh katup di back Pressure vesel dan steam Turbine.
b) Inspeksi Visual steam Turbine untuk memastikan semuanya bersih.
c) Periksa semua steam Trap dan bersihkan Strainer jika tersumbat.
d) Pastikan tidak ada baut yang longgar.
e) Periksa Switch Board untuk memastikan Circuit Breaker dalam Posisi terbuka.
2. Pemanasan Jalur Steam
Steam sudah harus tersedia dari Boiler sekitar 1 jam sebelum pabrik beroperasi.
a) Jika steam telah tersedia, buka seluruh kran by-pass pada saat steam Trap di pipa induk.
b) Pasokan( Supply ) steam dari ruang Boiler secara perlahan sesuai dengan operasi ruang Boiler.
c) Jika aliran yang keluar dari kran by - pass sudah besar, harus ditutup tetapi masih mengalir sedikit untuk memastikan air tidak terakumulasi.
d) Buka kran by - pass untuk steam Trap di Back Pressure vesel( BPV )
e) Buka sedikit steam valve secara manual ke BPV agar mengalir. Atur kran by - pass agar air dapat dikeluarkan.
f) Setengah jam sebelum pabrik mulai berproduksi buka steam ke BPV dan tutup kran by - pass. Buka kran distribusi di BPV yang perlu untuk memanasi unit proses.
3. Persiapan Dan menghidupkan steam Turbine.
Dengan pipa steam yang telah dipanaskan dan air sudah tidak ada lagi, prosedur yang harus dilakukan :
a) Periksa seluruh level oli
b) Atur seluruh control, mekanisme Trip atau peralatan keselamatan lainnya dalam posisi operasi.
c) Buka kran drain dari pipa steam setelah Stop Valve, Turbine Casing Dan steam Chest.
d) Buka kran Exhaust Turbine, dan lakukan Drain dari pipa.
e) Buka valve air pendingin untuk water cooler oli dan monitor temperaturnya.
f) Naikkan kearah atas switch breaker motor pompa oil posisinya didalam panel.
g) Membuka drain valve steam pada turbine yang akan dioperasikan
h) Membuka valve steam trap pada steam trap by - pass pada BPV turbine.
i) Buka valve di BPV ( Back Pressure Vesel )
1) Valve exhaust steam turbine
2) Valve outlet to sterilizer
3) Valve outlet to clarifikasi
4) Valve outlet to press & kernel
5) Valve outlet to feed tank & dearator
6) Valve outlet to storage tank
j) Setelah steam masuk ke stasiun power house tutup drain valve steam pada turbine yang akan dioperasikan bila sudah kelihatan steam keluar.
k) Kemudian start electric pump dengan system manual dan perhatikan tekanan oli harus 1.5 kg / cm 2
l) Switch load limit putar pada angka 3 yang posisinya di governoor turbine.
m) Tarik pilot valve turbine
n) Kemudian buka valve steam inlet turbine secara perlahan – lahan
o) Setelah mesin turbine beroperasi dengan putaran lambat maka putar switch load limit pada angka 10.
p) Putar switch speed setting indicator pada angka 4
q) Putar switch speed drop pada angka 30
r) Setelah putaran turbine normal maka putar switch electrick pump arah auto.
s) Kemudian tutup kran by-pass steam trap pada mesin turbine dan BPV bila sudah kelihatan steam yang keluar.
Menjalankan prosedur yang benar cara parallel( sinkron ) generator dari turbine sebagai berikut :
a) Memastikan syarat – syarat parallel( sinkron ) generator telah dipenuhi
b) Tarik tombol emergency di panel pada posisi ON.
c) Putar saklar netral pada posisi I
d) Tarik handle berulang – ulang sampai tulisan discharged bertukar menjadi charged
e) Perhatikan volt meter dan frekuensi meter dipanel dengan tegangan 380 volt dan frekuensi 50 Hz.
f) Putar kunci Syncronze SN kearah kanan dan putar switch gensyn selector pada turbine yang akan dioperasikan, maka jarum penunjuk akan berputar searah dengan jarum jam dan lampu syncron OK light akan menyala hidup mati maka segera tekan tombol push ON.
g) Dan untuk langkah selanjutnya samakan beban generator set dengan beban generator set turbine dengan cara adjust pada switch Hz.
h) Memastikan bahwa Capasitor bank sudah difungsikan selama pengoperasian generator.
4. Operasi
Pengamatan selama generator turbine dioperasikan :
a) Periksa sekeliling mesin secara teratur untuk memastikan kondisi operasi normal
b) Pastikan tekanan steam pada Back Pressure Vessel ( BPV ) tetap konstan sepanjang waktu antara 2.80 s/d 3.1 kg/cm2. apabila tekanan steam di BPV < 2.5 kg/cm2 . segera buka valve bypass di BPV( Pada kondisi normal ).
c) Pastikan kecepatan turbine tetap dan RPM generator 1500i / min.
d) Voltase harus pada posisi 380 volt dan ampere serta cosphi harus dalam kondisi baik.
e) Frekuensi harus pada posisi 50 Hz
f) Oil pressure 1.5 kg/cm2
g) Oil temperature 40 s/d 600 C.
h) Periksa dan pastikan air pendingin harus mengalir.
i) Pastikan seluruh drain dari steam trap berfungsi dengan baik.
j) Periksa safety valve pada BPV harus berfungsi dengan baik dan safety valve terbuka pada tekanan 3.2 kg/cm2. safety valve pada BPV harus di test setiap hari ketika akan dimulai proses produksi
k) Control inlet steam pressure
Kondisi stabil yang berlaku diruang mesin sangat penting bagi operasi pabrik sepanjang produksi. Hal ini menentukan efesiensi ekstraksi selama proses.
Melakukan prosedur yang benar apabila steam dari boiler turun ( Steam Drop ) sebagai berikut :
a) Segera menginformasikan hal tersebut ke pada operator boiler.
b) Mengurangi pemakain beban, prioritaskan beban yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi, seperti catu daya, untuk perumahan, water intake dll.
c) Apabila dengan mengurangi beban, frekuensi tidak mencapai 50 Hz, segera start generator set dan mengikuti cara start yang benar.
d) Setelah generator set beroperasi dengan normal segera parallel sinkron
e) Setelah tekanan di steam di boiler kembali normal segera stop pengoperasian generator set.

5. Menghentikan Turbine
Melakukan prosedur yang benar dalam menghentikan pengoperasian mesin turbine
a) Pindahkan beban mesin turbine ke generator set dengan cara Adjust switch Hz sampai jarum penunjuk ampere meter pada posisi nol.
b) Tekan tombol emergency pada posisi off.
c) Putar switch netral sw pada posisi off.
d) Menuju kemesin turbine yang akan distop dan hidupkan switch electric pump secara manual.
e) Tutup valve steam inlet kemesin turbine
f) Tekan pilot valve turbine kearah bawah
g) Buka valve by-pass steam trap mesin turbine .
h) Tutup valve exhaust steam turbine
i) Setelah putaran mesin turbine berhenti, putar switch load limit pada posisi 0, putar switch speed setting indicator pada posisi 0, dan putar switch speed droop pada posisi 0.
j) Stop Electrick pump manual.
k) Kemudian tutup valve air pendingin dan check satu kali putaran keadaan mesin turbine.
6. Pencatatan
Catatan harian( log book ) dipower house harus selalu diisi setiap hari dan pencatatan dilakukan setiap 1 jam sekali yang perlu diperhatikan dan di catat adalah :
a) Waktu menghidupkan dan mematikan mesin turbine
b) Tekanan steam pada pipa induk
c) Tekanan steam pada turbine setelah stop valve
d) Tekanan oli dan temperature
e) Tekanan balik( Back Pressure Vessel ) steam
f) Voltase, ampere, cos phi, dan beban dalam kw serta capasitor bank
g) Laporkan dengan segera bila ada alat atau mesin yang rusak.
h) Komentar – komentar yang harus di siapkan selama, mesin turbine beroperasi
i) Buku catatan harian( log Book ) harus ditanda tangani oleh Assistant/Mandor setiap shift.

B. GENSET
1. Persiapan menghidupkan Genset
a) Lakukan Pemeriksaan keliling( Walk Around ) terhadap mesin dan komponennya untuk memastikan dalam kondisi baik.
b) Periksa Level oli mesin dan harus berada antara tanda “add” dan “ Full” pada Dipstick.
c) Periksa level minyak solar di tanki setiap pagi harus dalam keadaan penuh.
d) Periksa air radiator dan jika kurang harus segera dilaporkan kepada Assisten/Mandor dan segera ditambah.
e) Buka kran bahan baker dan kran aliran balik bahan bakar harus selalu terbuka untuk mencegah kerusakan mesin.
f) Periksa apakah Circuit Breaker dalam posisi mati.

2. Prosedur Untuk menjalankan Mesin Genset
a) Tekan tombol reset lamp test hijau untuk mengetes batre dan lampu yang menyala.
b) Kemudian tekan tombol stop( reset ) pada posisi RUN
c) Setelah itu tunggu sampai Rpm 1500( mesin jalan normal )
d) Perhatikan tekanan oil pressure
e) Atur frekuensi sekitar 50.5 Hz.
f) Atur Vollase 380 volt
g) Atur frekuensi menjadi 50 Hz dan voltase 380 volt ketika beban pada genset telah stabil.
h) Kemudian tarik tombol emergency pada posisi ON.
i) Putar switch netral sw pada posisi I.
j) Putar switch Gensyn selector pada angka normal generator yang dioperasikan
k) Putar kunci syncrone sw kearah kanan dengan tekan saklar MCC kearah bawah pada posisi 0 kemudian tarik kearah atas pada posisi I dan untuk langkah selanjutnya perhatikan parameter di panel.
l) Selama mesin beroperasi baterai/aki tidak boleh dibuka. Karena, akan merusak ECH ( Electronic Control Module).

3. Menghentikan Genset
Melakukan prosedur yang benar dalam menghentikan pengoperasian generator set.
a) Pindahkan beban generator set( Genset ) yang akan distop ke generator yang lain atau ke mesin turbine.
b) Pastikan beban sudah dalam posisi nol, ini dilihat pada jarum penunjuk kw meter.
c) Langkah selanjutnya tekan tombol emergency pada posisi off.
d) Putar switch netral sw pada posisi nol.
e) Setelah itu menuju ke generator set dan tekan tombol stop( Reset ) kearah bawah pada posisi Remot.
f) Check satu kali putaran keadaan mesin generator yang baru berhenti dioperasikan

4. Pencatatan
Pencatatan harian( log Book ) di power house harus selalu diisi setiap hari dan pencatatan dilakukan setiap 1 jam sekali. Yang perlu diperhatikan dan di catat adalah sebagai berikut :
a) Waktu menghidupkan dan mematikan mesin genset
b) Pemakaian minyak solar
c) Level oli dan temp oli.
d) Voltase, Ampere, Cosphi,dan beban dalam kw, serta kapasitor bank.
e) Laporkan dengan segera bila ada alat atau mesin yang rusak.
f) Komentar – komentar yang harus disajikan selama genset beroperasi
g) Buku catatan harian( log Book ) harus ditanda tangani oleh Assistan/Mandor setiap shift.

5. Tugas – tugas Operator
a) Menjaga kebersihan ruangan power house dan peralatan.
b) Membersihkan alat – alat dan mesin generator set dan mesin turbine .
c) Membersihkan panel dan menjaga alat – alat di power house.
d) Menyimpan alat – alat kerja dengan rapi dan menyingkirkan barang – barang yang tidak berguna
e) Mengetahui tingkat kebersihan yang di harapkan
f) Mengoperasikan mesin dengan aman dan benar
g) Mencatat operasi mesin, seperti waktu memulai berhenti, sebab kerusakan dan parameter lainnya
h) Menginformasikan kepada Assistan/Mandor yang sedang bertugas bila terjadi kelainan mesin atau kerusakan
i) Melaksanakan prosedur operasi yang digariskan oleh pimpinan seperti, prosedur menghidupkan atau penghentian atau melaksanakan intruksi Assistan/Mandor yang sedang bertugas.
j) Karyawan bagian stasiun Power House harus tetap berada di stasiun Power House pada saat jam kerja kecuali ada keperluan/tugas lain demi kelancaran proses produksi
k) Keutuhan peralatan/perlengkapan kerja di Stasiun Power House harus dijaga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar