Selasa, 21 September 2010

BAB II STANDART OPERASI PROSEDUR ( SOP ) STASIUN TIMBANGAN

1. Persiapan Kerja
a. Periksa keadaan timbangan dan peralatan kerja
b. Operator bekerjasama dengan petugas untuk memeriksa seputar stasiun timbangan termasuk lantai bawah jembatan timbang.
c. Periksa kondisi load cell, harus dalam kondisi baik.
d. Periksa keberadaan computer harus lengkap dengan printer.
e. Periksa kabel – kabel dibawah timbangan harus dalam keadaan kering dan tidak ada yang putus.
f. Periksa kertas, karbon, dan alat tulis termasuk persediaan segel untuk Cpo & kernel.
g. Pastikan dijembatan timbangan tidak ada kotoran seperti, tanah dan benda – benda asing yang mengganggu operasional timbangan.

2. Start Pengoperasian
a. Pasang semua kabel – kabel konektor dengan benar.
b. Hidupkan UPS
c. Hidupkan computer dan pastikan tanggal dan jam dilayar monitor harus sama dengan tanggal hari ini. Jika ada kelainan settinglah tanggal dengan menyelipkan data dan buatlah tanggal yang benar, jika timbul masalah laporkan kepada KTU.
d. Pastikan pada setiap penimbangan indicator menunjukkan zero.
e. Memastikan mobil yang ditimbang tepat berada diatas jembatan timbang.

3. Penimbangan
I. Penimbangan TBS
Melakukan penimbangan dengan benar sebagai berikut :
a. Setiap kendaraan angkutan TBS harus menyerahkan SP (Surat Pengantar) Supplier sebelum ditimbang dengan data sebagai berikut : tanggal, no lokasi, asal supplier. Dan sebelumnya sopir harus melapor kepada security untuk pengaturan TBS masuk.
b. Lakukan penimbangan, pertama sopir harus turun
c. Masukkan data pada saat timbang pertama.
d. Pada saat dimonitor menerangkan apakah data sudah benar? periksa secara visual, pastikan sopir sudah turun dari kendaraan dan tidak ada lagi yang mengganggu pada saat penimbangan. Lalu tekan enter.
e. Tuliskan berat pertama pada kolom surat pengantar dengan jelas
f. Lakukan penimbangan kedua setelah TBS dibongkar dengan memasukkan data kendaraan dengan benar.
g. Pada saat penimbangan kedua, sopir harus turun dari atas kendaraan sebagaimana penimbangan pertama.
h. Mencetak tiket hasil timbangan dengan copy 1 x 4 lembar untuk :
• 1 lembar tiket warna hijau untuk sopir angkutan TBS
• 1 lembar tiket warna putih untuk kantor pusat Jakarta
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor
i. Semua angkutan diperlakukan sama.
j. Mencatat data penimbangan pada buku timbangan.
k. Memeriksa kembali buku catatan data timbangan TBS pada saat akan tutup timbangan.

II. Menimbang CPO
Melakukan penimbangan setiap tangki CPO dengan benar sebagai berikut :
a. Mobil tangki datang ke PT. Angso Duo Sawit.
b. Sopir mobil tangki CPO mendaftar ke pos security untuk meminta/ mengambil surat izin pengisian.
c. Pemeriksaan oleh petugas security terhadap mobil tangki supaya dalam kondisi bersih isi dalam tangki sebelum tahap pengisian dilakukan, apabila isi dalam tangki kotor, sopir mobil tangki diminta untuk membersihkannya dan bila tidak ditaati maka tidak boleh mamasuki area perusahaan.
d. Sopir mobil tangki CPO menyerahkan surat izin pengisian dan surat DO dari perusahaan/angkutan yang ditunjuk sebagai mitra dalam expedisi/ pengangkutan CPO kepada Staff kantor/krani produksi untuk dilakukan pengecekkan lebih lanjut dan ditanda tangani oleh yang berwenang.
e. Sesudah administrasi selesai, surat izin pengisian dan surat DO dari expedisi/ pengangkutan diserahkan kebagian timbangan dan diperiksa oleh Staff timbangan/pengawas timbangan.
f. Penimbangan mobil tangki CPO dilaksanakan dengan pengawasan petugas security ditimbangan untuk memperlancar dan menghindari kecurangan pada saat mobil tangki CPO ditimbang dan pastikan pada saat penimbangan sopir harus turun dan amati kebenaran berat tangki kosong.
g. Masukkanlah data yang dibutuhkan dengan benar sebagai berikut :
• No Polisi
• Nama angkutan
• Tujuan
• No DO
• Tanggal DO
• No SPB
• Tanggal SPB
• No segel
• Kadar air , kotoran dan FFA
h. Mobil tangki CPO masuk ke area pengisian sesuai dengan nomor antri kedatangan mobil tangki tersebut.
i. Drainase CPO dari tangki timbun sampai bersih( dilakukan oleh petugas pengisian/despacth ) sebelum dilakukan pengisian kemobil tangki disaksikan oleh Staff kantor/krani produksi. Stock Cpo yang tidak dapat di ambil ( stock mati ) dari Storage tank No. 1 (500 ton ) ± 15 ton dan storage No. II ( 1.000 ton ) ± 30 ton.
j. Pengisian CPO ke mobil tangki dilakukan
k. Setelah mobil tangki CPO diisi kemudian ditimbang untuk mengetahui berapa muatan yang akan dibawa oleh mobil tangki tersebut dan pastikan pada saat penimbangan sopir harus turun.
l. Setelah timbang kedua tiket penimbangan diprint 4 rangkap dari SPB diprint 4 rangkap sebagai :
• 1 lembar tiket warna putih untuk sopir angkutan CPO
• 1 lembar tiket warna hijau untuk kantor pusat Jakarta
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar tiket warna kuning untuk kantor
m. Petugas security kemudian menyegel mobil tangki setelah selesai ditimbang dan sebelum berangkat/meninggalkan area pabrik.
n. Sopir mobil tangki mengambil surat bukti timbang/surat jalan dari petugas timbangan dan diserahkan kepad Staff kantor/Krani produksi untuk menyelesaikan administrasinya dan ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.
o. Setelah surat jalan/administrasi selesai dan segel sudah terpasang mobil tangki CPO dipersilahkan untuk diperiksa dipos security untuk memastikan segel dan kelengkapan surat jalan lengkap.
p. Mobil tangki CPO diperkenankan meninggalkan area PT. Angso Duo Sawit.

III. Penimbangan Inti ( Kernel )
Melakukan penimbangan truck inti ( kernel ) dengan benar sebagai berikut :
a. Mobil truck kernel ( inti ) masuk ke PT. Angso Duo Sawit.
b. Sopir mobil truck kernel ( inti ) mendaftar ke pos security untuk meminta/ pengambilan surat izin pengisian
c. Pemeriksaan oleh petugas security terhadap mobil truck supaya dalam kondisi bersih isi dalam truck sebelum tahap pengisian dilakukan ( apabila isi dalam bak truck kotor, sopir mobil truck diminta untuk membersihkannya dan bila tidak ditaati maka tidak boleh memasuki area perusahaan.
d. Sopir mobil truck kernel/inti menyerahkan surat izin pengisian dan surat DO dari perusahaan angkutan yang ditunjuk sebagai mitra dalam expedisi/pengangkutan kernel kepada Staff kantor/Krani produksi untuk dilakukan pengecekkan lebih lanjut dan ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.
e. Sesudah administrasi selesai surat izin pengisian dan surat DO dari expedisi/ pengangkutan diserahkan kebagian timbangan dan diperiksa oleh Staff timbangan/pengawas timbangan
f. Penimbangan mobil truck kernel/inti dilaksanakan dengan pengawasan petugas security ditimbangan untuk memperlancar dan menghindari kecurangan pada saat mobil ditimbang dan pastikan pada saat penimbangan pertama sopir truck harus turun.
g. Ketikkan data yang dibutuhkan dengan benar sebagai berikut :
• No polisi
• No DO dan Tanggal DO
• No SPB dan Tanggal SPB
• Nama angkutan
• Tujuan
• Data kadar air dan kotoran
• No segel
h. Mobil truck kernel/inti masuk ke area pengisian sesuai dengan nomor antri kedatangan mobil ke area perusahaan.
i. Pengisian kernel/inti ke mobil truck dilakukan.
j. Setelah mobil truck kernel diisi kemudian ditimbang untuk mengetahui berapa muatan yang akan dibawa oleh mobil truck tersebut. Dan pastikan pada saat penimbangan kedua, sopir truck harus turun.
k. Mencetak/print tiket penimbangan inti ( kernel ) 4 rangkap :
• 1 lembar tiket warna putih untuk sopir angkutan kernel/inti
• 1 lembar tiket warna hijau untuk kantor pusat Jakarta
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor
Disertakan beberapa surat diantaranya :
1. Berita acara pemeriksaan sample 3 rangkap :
• 1 lembar warna putih untuk sopir
• 1 lembar warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar warna kuning untuk arsip kantor.
2. Surat jalan dari PT Angso Duo Sawit 3 rangkap :
• 1 lembar warna putih untuk sopir
• 1 lembar warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar warna kuning untuk arsip kantor
l. Petugas security kemudian menyegel mobil truck kernel setelah selesai ditimbang dan sebelum berangkat/meninggalkan area pabrik.
m. Sopir mobil truck kernel mengambil surat bukti timbang/surat jalan dari petugas timbangan dan diserahkan kepada staff kantor/krani produksi untuk menyelesaikan administrasinya dan ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.
n. Setelah surat jalan/administrasi selesai dan segel sudah terpasang mobil truck kernel dipersilahkan untuk diperiksa di pos security untuk memastikan segel dan kelengkapan surat jalan lengkap.
o. Mobil truck kernel dipersilahkan meninggalkan area PT. Angso Duo Sawit.

IV. Penimbangan Solar
Penimbangan tangki solar dengan benar adalah sebagai berikut :
a. Tangki yang akan ditimbang harus dilengkapi SPB yang benar
b. Saat penimbangan sopir harus turun
c. Pastikan data – datanya benar seperti :
• No polisi
• No SPB / Faktur
d. Keterangan jumlah liter
e. Setelah timbangan pertama faktur diserahkan kepada petugas gudang yang bertugas dalam penerimaan solar.
f. Penimbangan kedua setelah tangki kosong, sopir harus turun saat ditimbang.
g. Mencetak 1 x 4 hasil penimbangan setelah ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.
• 1 lembar tiket warna putih untuk arsip Purchasing
• 1 lembar tiket warna hijau untuk sopir/suplier
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip gudang
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor/timbangan

V. Penimbangan penerimaan gudang seperti CaCo3, semen , pasir
a. Penimbangan kendaraan untuk material gudang sopir harus turun untuk penimbangan pertama dan penimbangan kedua.
b. Mencetak hasil penimbangan 1 x 4 setelah ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang .
• 1 lembar tiket warna putih untuk arsip Purchasing
• 1 lembar tiket warna hijau untuk sopir/suplier
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip gudang
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor/timbangan

VI.Penimbangan Abu Janjangan
Melakukan penimbangan truck abu janjangan dengan benar sebagai berikut :
a. Truck yang akan memuat abu janjangan harus menyerahkan DO yang syah sebelum ditimbang dan juga truck harus periksa oleh satpam/security terlebih dahulu.
b. Setelah kondisi truck benar – benar bersih berikutnya sopir truck diberi surat izin pengisian abu janjangan.
c. Pada saat timbang pertama sopir truck harus turun.
d. Ketikan data yang dibutuhkan dengan benar sebagai berikut :
• No polisi
• No DO dan Tanggal DO
• No SPB dan Tanggal SPB
• Nama angkutan
• Tujuan
e. Penimbangan kedua, setelah truck memuat janjangan kosong sopir harus turun
f. Mencetak/print tiket penimbangan abu janjangan 4 rangkap setelah ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang:
• 1 lembar tiket warna putih untuk sopir angkutan abu janjangan
• 1 lembar tiket warna hijau untuk kantor pusat Jakarta
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor
Disertakan Surat jalan dari PT Angso Duo Sawit 3 rangkap :
• 1 lembar warna putih untuk sopir/angkutan
• 1 lembar warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar warna kuning untuk arsip kantor
g. Setelah surat jalan administrasi selesai dipersilahkan untuk diperiksa dipos security, bila tidak ada masalah mobil truck pengangkut abu janjangan dipersilahkan meninggalkan area PT. Angso Duo Sawit.

4. Mencetak laporan penimbangan pada saat akan tutup timbangan :
a. Mencetak laporan seluruh data penimbangan menjelang tutup timbangan
b. Memeriksa laporan yang dicetak, perbaiki jika ada yang salah.
c. Mengarsipkan laporan

5. Mematikan timbangan
a. Rapikan alat – alat kerja distasiun timbangan
b. Push off computer dan print
c. Switch off UPS dan stabilizer
d. Lepaskan Cok conection induk dari UPS semua mesin timbangan
e. Kunci jendela dan laci – laci, matikan AC, lampu, dan pintu timbangan dipastikan terkunci.

6. Kebersihan dan pelayanan
a. Memelihara dan menjaga agar stasiun timbangan tetap bersih
b. Operator bekerjasama dengan petugas timbangan setiap saat siaga dan berada distasiun timbangan pada saat jam dinas.
c. Menjaga kerahasiaan intern perusahaan yang dianggap tidak layak diketahui pihak lain.

Sabtu, 19 Juni 2010

BAB I STANDART OPERASI PROSEDUR

Adalah benar tanpa SOP proses akan tetap dapat berlangsung,tetapi akan lebih baik dengan SOP produktivitas dan efisiensi dapat di tingkatkan.
SOP ( standart operasi prosedur ) adalah : Suatu system pelatihan kerja,dimana pekerja
memperoleh keahlian baru melalui tahap-tahap
kerja pada stasiun kerja yang di butuhkan dalam
perusahaan.
SOP merupakan suatu struktur yang sistematis dan dilaksanakan oleh Assisten dan pekerja saat melakukan pekerjaan. Dalam SOP pekerja hanya mempelajari keahlian-keahlian yang di butuhkan untuk memproduksi sesuatu. SOP memungkinkan pekerja,untuk dilatih secara cepat dalam menyerap metode-metode kerja dan teknologi baru secara terus menerus.
Pelaksanaan pelatihan program SOP langsung dilakukan pada stasiunkerja atau di tempat kerja.

Tujuan SOP adalah :
 Meningkatkan kemampuan dari pekerja yang berpengalaman bila terjadi perubahan pada metode-metode kerja atau penerapan teknologi baru dalam pekerjaan.
 Melatih dan menempatkan pekerja yang baru sesuai dengan unit kerjanya atau bidangnya.
 Mengorientasikan pekerja-pekerja yang akan dipromosikan pada pekerjaan mereka yang baru.

Manfaat SOP lebih dari sekedar pelatihan kerja,tetapi SOP mengakibatkan :
1) Cara kerja yang sama
2) Proses kerja meningkat
3) Memanfaatkan tenaga kerja lebih efektif
4) Biaya yang lebih rendah berhubungan dengan pengeluaran dan waktu yang terbuang.
5) SOP menjamin bahwa keahlian yang di pelajari relevan dan dapat diterapkan dengan segera dalam proses produksi.

Persiapan sebelum melaksanakan SOP
1. Memilih area kerja yang cocok.
Walaupun SOP diberikan pada area kerja sebenarnya, dapat dipilih area kerja atau stasiun kerja untuk pelatihan. Area ini dipilih untuk mempermudah instruktur dalam memberikan pelatihan dan akan menguntungkan jika satu line digunakan sebagai line training.
2. Mengenal orang – orang yang akan dilatih
Kesuksesan dari banyak training juga tergantung kemampuan untuk dilatih dari para pekerja, penyeleksian dan penempatan pekerja. Selain berdasarkan pengalaman kerja, pekerja tersebut paling tidak harus mempunyai kualitas mental dan fisik yang baik sehingga pekerja tersebut dapat dilatih untuk melaksanakan pekerjaan dengan efisien.
3. Mengulangi pekerjaan dan membuat rincian operasi
a. Instruksi SOP dalam membuat analisa kerja biasanya berdasarkan penglamannya. Setelah dianalisa, hal – hal perlu agar diulang sesuai dengan apa yang dibutuhkan pekerja. Pekerjaan tersebut kelihatan mudah bagi instruktur tetapi bagi pekerja belum tentu demikian.
b. Pada banyak pekerjaan operasi langkah – langkah kerja berbeda menurut tingkat kesulitannya, jika memungkinkan untuk mengajar pertama sekali dengan memberikan langkah – langkah kerja yang mudah.
4. Merencanakan bagian – bagian dari pelatihan
Instruktur harus mempelajari urutan kerja dan menentukan langkah – langkah yang akan diterapkan dalam setiap bagian dari pelatihan. Hal ini harus direncanakan guna mengantisipasi kesulitan yang akan ditemui pekerja.
5. Menyeleksi peralatan dan perlengkapan kerja yang benar
Hal ini mendasar dalam training yaitu peralatan dan perlengkapan kerja harus dipilih secara benar.

Instruksi kerja yang sukses :
a. Buatlah urutan kerja secara rinci.
b. Pastikan pekerja berada pada tempat dimana dia dapat melihat setiap gerakan dan setiap bagian kerja yang sedang didemonstrasikan.
c. Tunjukkan bagaimana menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan cepat agar pekerja dapat membayangkan berapa cepat pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.
d. Lakukan demonstrasi secara lambat untuk memperlihatkan setiap langkah, menjelaskan hal penting, dan mendemonstrasikan setiap hal penting tersebut dengan jelas.
e. Setelah menjelaskan dengan lengkap, demonstrasikan lagi dengan cepat.
f. Berikan kesempatan untuk bertanya.
g. Gunakan bahasa yang jelas dan sederhana dalam memberikan penjelasan
h. Jelaskan semua istilah – istilah teknik dengan hati – hati
i. Biarkan pekerja melakukan pekerjaannya dengan lambat, periksa setiap bagian – bagian penting.
j. Ulangi lagi
k. Menegaskan cara yang aman untuk melakukan pekerjaan setiap waktu
l. Jangan menunjukkan cara yang salah melakukan pekerjaan
m. Biarkan pekerja tersebut bekerja sendiri tetapi jangan lupa mengawasinya dengan hati – hati.
n. Memberi semangat kepada pekerja untuk mengajukan pertanyaan
Tahap – tahap yang harus diikuti untuk pelaksanaan SOP yang lebih baik :
1. Meningkatkan kebijaksanaan.
Mempersiapkan suatu gambaran tertulis mengenai organisasi kerja sebagai dukungan terhadap SOP terstruktur dan membuat komitmen untuk mencurahkan perhatian untuk itu.
2. Meningkatkan rasa tanggung jawab
Menjelaskan siapa yang bertanggung jawab penuh terhadap SOP, tuliskan pada deskripsi kerja untuk assisten & semua karyawan.
3. Melihat apa yang biasa dijadikan teladan
4. Merencanakan & melakukan pelatihan program SOP secara rutin.
5. Sediakan parameter – parameter pendukung seperti SOP visual, rencana pelatihan, alat – alat bantu kerja, dll.
6. Menghindari pekerjaan yang sekaligus.
Mulailah usaha untuk meningkatkan SOP dalam skala kecil dalam unit kerja. Gunakan kesuksesan pada unit tersebut sebagai teladan untuk unit lainnya.
7. Pertimbangkan keahlian membaca dan menulis. Gunakan keahlian membaca dan menulis sebagai cara untuk meningkatkan SOP menangani masalah – masalah yang berhubungan dengan kinerja ditempat kerja.

Manfaat SOP bagi Manager & Assisten :
 Mengurangi waktu untuk kerja rutin.
 Waktu lebih tersedia untuk berkreatif
 Waktu lebih tersedia untuk melakukan pekerjaan penting.
 Waktu lebih banyak untuk melatih bawahan.
 Waktu lebih banyak untuk melakukan penelitian dan pengembangan.
 Sedikit waktu yang dihabiskan untuk mendiskusikan ketidak-disiplinan.
 Perencanaan dan control lebih baik.
 Kesempatan untuk promosi lebih besar.

Manfaat SOP bagi pekerja :
 Meningkatkan moral pekerja.
 Meningkatkan productivity.
 Kegagalan kerja lebih sedikit.
 Kecelakaan kerja lebih sedikit.
 Hubungan kerja terjalin baik.
 Kesempatan promosi lebih baik dan upah yang lebih tinggi.

Beberapa Keuntungan SOP adalah :
1. Pekerja menghasilkan produk saat dilatih.
2. Pekerja dilatih dalam prosedur kerja spesifik yang diperlukan dalam pekerjaan. Waktu tidak terbuang sia-sia untuk prosedur yang tidak diperlukan dalam pekerjaan.
3. Prosedur dan teknik yang benar diajarkan,memperbaiki kebiasaan kerja serta meningkatkan kinerja selama pelatihan.
4. Keahlian-keahlian yang produktif memungkinkan dikembangkan lebih cepat.
5. Orientasi dari pekerja layak diperlukan dan merupakan bagian dari pelatihan.Saat melakukan produksi ia dikenalkan dengan situasi kerja lebih cepat.
6. Hasrat dari pekerja untuk belajar semakin besar karena :
 Perlunya suatu training lebih terlihat bagi pekerja.
 Pekerja dapat melihat kemajuannya sebagai hasil dari pelatihan.
 Keberatan-keberatan untuk latihan di ruang kelas ditiadakan.
 Pekerja menyadari ia melakukan produksi yang bermanfaat.Ia mengetahui kesalahan-kesalahan dari waktu dan material yang terbuang.
7. Pelatihan dapat dijabarkan kedalam nilai,isi,dan metode untuk tipe pekerja yang di butuhkan.
8. Pemberian Instruksi lebih bertanggung jawab untuk keperluan unit operasi.
9. Instruksi lebih mudah,obyektif dan tepat dalam mengukur langkah demi langkah kemajuan pekerja selama pelatihan.
10. Pengawasan yang lebih mudah sesudah pelatihan formal dilaksanakan kerana hubungan kerja yang baik antara Assisten ( Instruktur ) dan pekerja selama pelatihan.
11. Pelatihan tempat kerja adalah suatu kesempatan dalam memberikan cara terbaik dari pelatihan yang aman.Operasi yang baik dengan praktek dan metode yang aman adalah suatu ajaran serta membentuk kebiasaan yang baik sebagai bagian yang dibutuhkan dari pekerjaan.
12. Perbedaan kemampuan belajar antara pekerja-pekerja lebih mudah dilihat.

Penerapan dan Pengembangan SOP :

Proses penerapan & pengembangan SOP di bagi dalam 4 tahap :
1. Organisational Analysis.
Hal pertama dalam mengembangkan program SOP bukanlah pelatihan kerja melainkan analisa atau pemahaman terhadap sistem organisasi / Sistem operasi secara keseluruhan. Untuk mengembangkan program SOP yang sistematis dan terarah pada setiap pekerjaan, tahap ini diikuti oleh analisa dari berbagai tugas yang diharapkan dari setiap pekerja untuk menghasilkan produk tertentu.
2. Task Analysis
Tahap ini adalah tahap analisa seluruh tugas pokok. Urutan dan rincian tugas,keterampilan dan pengetahuan yang harus dimiliki serta pedoman pelatihan bagi Assisten.
Tahap ini di sebut juga tahap penyusunan dan pembuatan struktur SOP yang dijadikan pedoman melatih pekerja bagi Assisten yang meliputi :
a. Assisten menunjukkan bagaimana melakukan pekerjaan,menjelaskan hal-hal penting yang dibutuhkan dalam tahap spesifik.
b. Pekerja melakukan pekerjaan di bawah petunjuk Assisten yang memberi masukkan / informasi pada pekerjaan yang di lakukan.
c. Pekerja melakukan pekerjaan tanpa pengawasan tetapi mendiskusikan hasil kerja akhir dengan Assisten, yang memberikan masukkan dan menambahkan hal-hal lain yang perlu.
d. Pekerja berusaha sendiri dan bertanya apabila tidak mampu menemukan jalan keluarnya atau mengalami keraguan.
3. Implementation.
Sebelum mengimplementasikan program SOP perlu mempersiapkan tempat kerja, peralatan kerja, dan Assisten..
4. Evaluation
Tahap akhir proses pengembangan SOP adalah evaluasi dimana apa yang telah dipelajari oleh pekerja dinilai secara keseluruhan. Penilaian ini dapat diformalisasi dengan membuat catatan harian,dimana rata-rata hasil pelatihan kerja dari setiap keahlian yang dipelajari tersebut dicatat. Evaluasi ini penting untuk mempertahankan standart mutu,meningkatkan keefektifan program SOP dan yang paling penting meyakinkan pekerja untuk lebih mendalami apa yang telah dipelajari untuk pembentukan keahlian selanjutnya.

Evaluasi dapat dilakukan terhadap :

1) Pengetahuan.
Evaluasi dari pengetahuan dapat dilaksanakan secara lisan,tulisan dan laporan yang di buat.
2) Keterampilan.
Evaluasi dari keterampilan dapat dibuat dengan mengukur kinerja dari pekerja & kualitas produk yang di hasilkan.
3) Sikap.
Evaluasi dari perubahan sikap dapat dibuat melalui Interview dan daftar pertanyaan.
4) Praktek Kerja.
Evaluasi dari perbaikan praktek kerja dapat dibuat melalui analisa keselamatan kerja, data produksi dan interview dengan pekerja dan Assisten.
5) Efektivitas Training.
Evaluasi dari tujuan ini meliputi pengukuran dari efektivitas dari material, peralatan, dan instruksi.
6) Hasil Training.
Evaluasi dari tujuan ini meliputi tanggapan dari pekerja dan Assisten selama training,saran untuk perbaikan kerja, dan penghematan waktu yang dicapai melalui training.

Faktor-faktor penghambat dan metoda-metoda dalam mengatasinya dalam pelaksanaan program SOP :

No Faktor –faktor Penghambat Metode Yang Dilakukan
1 Memberi penjelasan yang berlebihan Analisa apa yang akan di jelaskan,kemudian pelajari kemampuan dari pekerja yang menerimanya.
2 Menjelaskan terlalu cepat Analisa metode belajar,usahakan pekerja dapat mengikuti instruksi kita dengan mudah.
3 Perasaan takut dalam menghadapi pekerjaan baru Jelaskan cara menghindari bahaya,berusaha tingkatkan rasa percaya diri pekerja.
4 Kerumitan dari pekerja Rincilah pekerja tersebut dalam beberapa demonstrasi,susunlah tahap-tahap mengajar dengan teliti
5 Istilah-istilah teknik Gunakan istilah teknik yang dimengerti selama
memberikan instruksi dan jelaskan dengan sederhana
6 Rasa gugup Tempatkan pekerja pada posisi yang tepat sesuai dengan kemampuannya,buat ia merasa tenang.
7. Merasa rendah diri,kurang percaya diri,dan segan. Berusahalah agar bersikap ramah.Tunjukkan pada pekerja bagaimana ia dapat memperbaikinya.
8 Keras kepala Mengembalikan rasa percaya diri dan kepedulian
9 Gangguan dari luar Membahas dengan pekerja dan jelaskan efek negatifnya.
10 Sifat malas Meningkatkan minat pekerja dan membandingkan hasil kerja ditempat lain dimana program ini berhasil di laksanakan.
11 Kecerobohan Jelaskan akibatnya/ konsekuensinya,awasi pekerja melakukan pekerjaannya hingga benar.
12 Tidak cermat/ akurat Membantu meningkatkan kecermatan dan keahliannya serta memberikan semangat
13 Kemampuan belajar yang lambat Pastikan pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan pekerja.



Suatu training dianggap berhasil apabila pekerja telah mencapai hasil produksi yang diinginkan baik dari segi quality maupun quantity. Tetapi cara ini tidak cukup obyektif, karena pekerja-pekerja tersebut merupakan suatu group dalam melakukan pekerjaan. Cara lainnya, dengan memberikan test secara tertulis mengenai ilmu pengetahuan pekerja tersebut dan pengertian / pemahamannya tentang langkah-langkah, teknik-teknik,dan hal-hal yang penting dalam melaksanakan pekerjaan.

Bagi pekerja, proses training berhasil apabila pekerja memperoleh seluruh keterampilan yang diperlukan. Dan system training berhasil apabila orang-orang yang telah mengikuti training dapat melakukan pekerjaan lebih baik dari pada orang yang belum pernah mengikuti training.

Selasa, 05 Januari 2010

STERILISATION 2


Pada system rebusan bertekanan ada beberapa alat yang digunakan , yaitu :
1. Main steam inlet, berfungsi sebagai supply steam dari BPV (back pressure vessel)
2. Auxiliary steam inlet, berfungsi sebagai secondary supply steam (pembantu suplly steam dari main steam inlet)
3. Kondensat c/w strainer, berfungsi untuk pembuangan kondensat hasil perebusan
4. Deaerasi, berfungsi untuk buang udara agar proses perebusan optimal
5. Exhaust, berfungsi untuk membuang steam yang di lewatkan melalui blow down silencer
6. Safety valve, berfungsi sebagai pengaman bejana tekan dari tekanan yg melebihi tekanan ijin.
7. Pressure gauge, berfungsi untuk mengetahui tekanan yg ada didalam bejana
8. By-pass kondensate, berbentuk orifice dg diameter 10 mm – 15 mm, berfungsi membuang kondensat selama proses perebusan berlangsung yang di by pass dg tujuan agar kondensate terbuang secara kontinyu.

STERILISATION

Di pabrik kelapa sawit proses penting pertama adalah proses perebusan.
Proses perebusan (sterilising) menggunakan steam bertekanan atau pada " Atmospheric pressure ".
Sumber steam didapat dari Boiler yang disuplai ke Back pressure vessel yang selanjutnya dikirim ke steriliser.

Kenapa buah sawit (selanjutnya ditulis TBS >> Tandan Buah Segar) perlu direbus????
alasannya adalah :
1.Mematikan enzym
Lipolytic enzym akan membentuk Free Fatty Acid (FFA), yang akan menurunkan kualitas CPO. Enzym ini rusak/mati hanya dengan proses pemanasan (min. temp. 50 der celcius)
2. Memudahkan proses pelepasan brondolan dari janjangan
3. pemanasan dan dehidrasi nut, agar mudah dalam proses pemisahan cangkang (Shell) dan kernel
4. melembutkan mesocarp agar memudahkan proses digesting

Cara Setting Pintu Steriliser "Konvensional"

Dimana sering kita temui pintu berat ditutup, sehingga sering ditemui kebocoran steam dan bahkan yg sangat memprihatinkan overlap pintu hanya 50% - 60%. Padahal disyaratkan minimal 80%. Hal2 tersebut terjadi karena tidak tahu teknis men-setting pintu sehingga kondisi pintu yg tidak normal tdk dilakukan perbaikan atau mungkin cara settingnya yg salah.

Prinsip menyetting pintu adalah sederhana sekali yaitu face pintu dan face shell pintu harus bertemu tanpa clearance dan center atau memiliki titik pusat yang sama.
Bagaimana cara mengetahuinya center dan rapat/tidak ada clearance ?
Caranya masuk ke dalam dan pintunya ditutup (dengan mengunci pakai racket), sedangkan pintu sisi yang lainnya dibiarkan terbuka sebagai sumber cahaya dan oksigen. Saat pintu tersebut ditutup amati dengan senter/spot light, nah amati bagian sisi mana dari face/lingkaran pintu yang bergeser dari shell atau tidak center.
Yang menjadi persoalan selama ini adalah menyetting pintu hanya melihat dari luar pintu.

Pintu memiliki lengan (arm) dimana sambungannya berupa engsel. Engsel pintu berupa shaft (yg tetap) yang bisa dinaikkan dan diturunkan, kemudian shaft dikelilingi oleh silinder yang memegang lengan (arm pintu). Silinder ini diberi pasangan mur - baut yang berjumlah 4 pcs diatas (2 set) dan 4 pcs dibawah (2 set juga).

Untuk mendapatkan posisi center pintu terhadap shell steriliser posisi titik pusatnya harusnya segaris (agak susah dicari, hanya konsep angan-angan kita). Caranya mencari atau menyocokkan adalah dengan menyetting pasangan mur - baut tersebut diatas.
Perhatikan bahwa untuk menyetel pasangan mur - baut ini hanya diijinkan 1 pasang (set) tidak diperbolehkan untuk melakukan 2 set dalam waktu bersamaan, jika tidak akan terjadi pergeseran pintu yang tidak terkontrol dan bahakan kerusakan baut/aus akibat menahan beratnya pintu.
tiap pasang mur baut diset saat pintu dalam posisi tertutup (tidak perlu dikunci dengan racket) dan biasakan posisi tertutup ini untuk membedakan pasangan mur-baut yang mana yang kita set.
Dalam posisi ini, hanya pasangan mur-baut kiri dan kanan saja yang diset, baik yang yang atas dan yang bawah. Jangan ikut diset pasangan mur-bautnya yang depan dan belakang baik atas dan bawah. menentukan kiri kanan dan muka belakang dimana posisi kita diluar pintu menghadap pintu.

Tiap pasang mur - baut, katakanlah kiri dan kanan (misal bagian atas), jika yang kiri mau dikencangkan (putar kanan) maka yang kanan harus dikendorkan lebih dahulu. Demikian sebaliknya.
Dan prinsip yang utama dari penyettingan adalah karena shaftnya yang tetap maka silinder tadi yang bergerak terhadap shaft tadi berikut dengan pintunya. Jadi kalau dikencangkan baut sebelah kiri maka pintu akan bergerak dengan arah masuk baut, maka akan bergerak ke kanan. Demikian seterusnya.

Jika pintu sudah center, coba dimasukkan dengan dorongan perlahan, jika sudah bergerak dengan sendirinya dan tidak balik menuju shell steriliser berarti sudah ok.
Kadang-kala masih sangkut dengan ring pintu sehingga agak berat menutupnya. yang perlu dilakukan adalah selanjutnynya menyetting ring pintu tersebut. Syaratnya bearing dari ring pintu harus ok, tidak tertutup oleh deposit dari kebocoran steam. bila ada yang macet, tidak ada cara lain kecuali diganti. Semasih bisa dibersihkan dengan solar atau minyak tanah lakukan.

Beri tanda bagian yang sangkut dan pada posisi dekat bearing itulah yang harus dikencangkan. Misalanya pada jam 6 terjadi sangkut maka pada bagian ini bautnya pada ring dikencangkan, sebaliknya pada jam 12 harus dikendurkan. Jadi posisi berlawanan satu dikencangkan satunya dikendorkan.
Jika seetingan ring pintu sudah ok seharusnya clearance antara shell pintu dan ring clearance sama untuk kelilingnya. bisa gunakan filler gauge untuk ini.

Sudah tentu bagian face pintu yang lecet atau tidak rata karena jatuhnya lorry dsb harus digerinda dengan rata.

Tahap terakhir adalah mendorong pintu masuk dan biarkan bergerak sendiri, bila face to face ketemu maka kunci hanya 5%. ini dimaksudkan agar pintu tidak bergerak keluar. lalu pasangan mur-baut depan dan belakang pada bagian atas dan bawah DIKENDURKAN SEMUANYA dalam waktu bersamaan. Jika sudah lakukan penguncian pintu dengan racket secara maksimum. Setelah itu baru lah pasangan mur - baut depan belakang dikencangkan kembali sesuai yang diminta pintu tersebut (jangan dipaksakan harus sama dari posis bautnya sebelumnya). Jadi dengan cara ini pintu sudah merapat dengan baik.

Senin, 28 Desember 2009

Kapan seharusnya anak mempelajari alphabet dan angka

Banyak program di tempat penitipan anak atau prasekolah diklaim terpercaya, mengajarkan anak sedini mungkin untuk berhitung, menghafal alfabet, dan belajar berbagai macam konsep. Penekanan pada aktivitas pembelajaran tersebut adalah bagian dari tekanan masayarakat luas supaya anak-anak dapat belajar lebih banyak, lebih dini. Para penerbit buku membuat buku-buku belajar dan peranti lunak untuk membantu; perusahaan mainan menciptakan permainan untuk pembelajaran; pertunjukan televisi mengajarkan membaca alfabet dan angka-angka. Karena tekanan dari teman, tetangga, pakar pemerhati perkembangan anak, dan media, banyak orang tua merasa khawatir, jika anak mereka yang berusia 2, 3 atau 4 tahun belum dapat belajar bentuk, warna, huruf dan angka.

Bukan tak memungkinkan untuk mengajar anak mengingat dan mengulangi kembali serangkaian daftar singkat angka dari satu sampai sepuluh dan huruf-huruf. Tetapi, pemahaman akan konsep demikian biasanya tidak dapat dimulai hingga anak berusia 4 sampai 6 tahun. Seorang anak berusia 3 tahun mungkin mengetahui bahwa menyebutkan 1, 2, 3, 4 disebut berhitung, tetapi mungkin tidak memahami angka 6 mewakili 6 benda. Baginya belajar menghafal alfabet seperti belajar menghafal bahasa asing tanpa memahami maknanya.

Seorang anak tidak dapat diajar untuk memahami konsep angka dan huruf sebelum dia siap. Secara perlahan, setelah mencari tahu dengan benda, bertanya kepada orang tuanya dan orang lain, mengamati lingkungan sekitarnya, dan menjelajah, anak belajar apa arti angka dan huruf itu. Apabila keingintahuan alamiahnya didukung dan mempunyai benda-benda yang dapat membantu mencari tahu, dia akan belajar konsep angka dan huruf dengan mudah.

Tetapi, terlalu banyak penekanan pada pendidikan dini akan melemahkan dan menghilangkan dorongan alamiah anak untuk belajar. Orang tua seharusnya menunggu hingga anak menunjukkan minat yang spontan terhadap huruf, kata, dan konsep angka, kemudian menindaklanjuti dengan apa yang dapat dilakukan. Tidak selalu perlu sekolah karena orang tua dapat menyediakan sejumlah materi pembelajaran untuk anak-anak. Warna, bentuk, angka dan huruf adalah bagian dari apa yang dilakukan anak, sehingga mereka dapat belajar mengenai hal ini secara alamah. Setiap hari, seorang anak mendengar, "Kenakan celana pendek birumu", "Kamu ingin krayon. warna merah atau hijau?", "Ini adalah 3 keping biskuit", "Lihat truk yang besar itu." Anak terus belajar dari pemaparan konsep itu dalam keseharian mengenai kesamaan dan perbedaan (Susu berbeda dari jus, lbu berbeda dari Ayah), lembut dan keras, besar dan kecil. Anak dan mendengar orang dewasa menghitung, membaca, dan mengamati kata-kata dan angka di mana-mana. Anak belajar mengenal aksara ketika orang tuanya membacakan cerita kepadanya setiap hari, atau dengan sabar mengulangi cerita kesukaannya.

Secara bertahap, Anda akan mendengar anak bertanya, "Berapa banyak ini?", "Warna apa ini?", "Apa yang dikatakannya?" Anak mulai berhitung keras. Untuk pertama kali tentu tidak mampu menghitung dalam urutan yang benar, dan dia akan menulis kata-kata di atas kertas, sering pula menciptakan kata-kata tidak masuk akal atau menulis namanya secara terbalik. Cobalah untuk tidak membetulkannya terlebih dulu. Lebih baik mendukungnya untuk tetap berhitung dan menulis. Anak akan belajar dengan pemahamannya "tanpa tekanan" karena dia tertarik dan termotivasi sendiri. Kemudian, saat dia berada di taman kanak-kanak dan tingkat pertama, Anda akan melihat anak membuat langkah yang pesat dalam memahami bahasa dan maternatika.

Cuplikan dari Buku Pintar Orang Tua, Robin Goldstein, Ph.D., with Janet Gallant, Primamedia Pustaka, hal.175

(UU-BHP) dan Nasib Pendidikan indonesia

Saat ini saya baru mendapatkan pertanyaan seorang teman mengenai pendapat saya mengenai UU-BHP, terus terang saya bukan ahli hukum ataupun ahli pendidikan yang bisa dibilang pantas dan mampu untuk menjawab pertanyaan ini, tetapi saya mencoba menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan logika saya. Dari berita-berita di surat kabar ataupun situs dari Dikti serta Depdiknas saya membaca bahwa UU-BHP diadakan untuk meningkatkan kualitas Badan Pendidikan Indonesia untuk mampu memenuhi tuntutan Global yang menuntut kemandirian badan pendidikan Indonesia. Untuk itu saya akan memaparkan pendapat saya mengenai UU-BHP yang terbagi dari sudut pandang sbb:

Indonesia adalah negara sosial

Dalam pemahaman akan bentuk negara kita berdasarkan dasar negara dan UUD-45 sudah seharusnya bahwa pendidikan di Indonesia menjadi tugas negara yang memiliki nilai sangat strategis bagi pembangunan bangsa ke depan yang harus dilindungi dan didukung sepenuhnya oleh negara. Dalam pengertian dilindungi dan didukung sepenuhnya oleh negara adalah bentuk lama dari perguruan tinggi di Indonesia dimana di perguruan tinggi tetap bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat yang memenuhi syarat dan bukannya hanya bagi yang mempunyai uang ataupun dengan alasan subsidi silang sekalipun. Sebab dengan alasan tersebut secara tidak langsung apapun alasan untuk melepas perlindungan dan dukungan negara terhadap perguruan tinggi (dalam bentuk dana yang berdampak langsung terhadap rakyat Indonesia yang ingin menempuh ilmu di perguruan tinggi) sudah bertentangan dengan amanat dan tuntutan konstitusional. Dalam hal ini strategi terhadap pendidikan Indonesia harus sesuai dengan jiwa konstitusional (dasar negara dan UUD-45).

Tantangan global dan kemandirian badan pendidikan

Dalam pemahaman akan tantangan global serta kemandirian badan pendidikan dengan adanya perubahan dalam sistem pendanaan melalui UU-BHP justru melupakan salah satu faktor penting dalam pemahaman akan tantangan Global serta kemandirian tersebut. Dalam pemahaman akan tantangan global yang dimaksud adalah untuk meningkatkan jumlah rakyat Indonesia yang berpendidikan perguruan tinggi untuk bisa bersaing dalam dunia akademis dan dunia profesional secara global. Untuk itu justru negara justru berbeban untuk menambah quota kursi di perguruan tinggi serta mendukung rakyat untuk menempuh pendidikan tinggi, yang akan berakibat meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang berkualitas secara significant (bandingkan jumlah penduduk dan jumlah lulusan perguruan tinggi). Sedangkan dalam kemandirian badan pendidikan justru yang dibutuhkan adalah lepasnya campur tangan oknum negara dalam penentuan jabatan dan fungsi dalam dunia pendidikan tinggi, dan peningkatan kemandirian perguruan tinggi untuk menjalankan amanat pendidikan nasional dengan dukungan dan perlindungan dari negara yang bisa dipertanggung jawabkan akuntabilitasnya utk publik dan negara.

Jika yang dimaksudkan tentang tantangan global dan kemandirian adalah bentuk perguruan tinggi di luar negeri, maka yang saya pertanyakan adalah kebijaksanaan lokal negara yang melupakan faktor-faktor penting mengenai jumlah penduduk, jumlah lulusan perguruan tinggi yang sama sekali tidak sebanding dengan situasi di luar negeri. Belum lagi jumlah dana pendidikan mereka serta pengalaman dan akses serta fasilitas yang mereka miliki. Seringkali negara memang melakukan studi banding dengan bentuk badan pendidikan di luar negeri, tetapi mereka melupakan fakta-fakta sejarah yang penting mengapa badan-badan pendidikan di luar negeri bisa menjadi seperti itu, badan-badan pendidikan di luar negeri sudah mempunyai pengalaman ratusan tahun lebih tua dan merekapun sudah pernah di dukung sepenuhnya oleh negara masing-masing ratusan tahun lamanya sebelum akhirnya mereka bisa menjadi badan pendidikan yang mandiri secara dana dan organisasi pendidikan, sejalan dengan situasi negara masing-masing. Jadi jika yang dijadikan alasan adalah untuk bersaing dengan dunia pendidikan global maka alasan tersebut sama sekali tidak masuk akal.

Ancaman bagi dunia pendidikan Indonesia

Adapun ancaman yang paling penting bagi bangsa Indonesia adalah ancaman terhadap dunia pendidikan Indonesia. Jika dilihat dari pemahaman adanya UU-BHP ini serta akibatnya secara tidak langsung bagi rakyat Indonesia, maka yang terjadi adalah menurunkan peranan negara dalam dunia pendidikan (bertentangan dengan amanat konstitusi), menurunkan akses masyarakat tidak mampu terhadap dunia perguruan tinggi, walaupun mereka mampu untuk belajar di perguruan tinggi (jika dahulu ada 100 kursi di perguruan tinggi untuk 100 mahasiswa yang berhak masuk sesuai dengan kemampuan, maka sekarang perguruan tinggi berubah menjadi badan usaha yang mencari pemasukan untuk menutup biaya operasional yang ada sehingga 100 kursi yang ada akan di berikan kepada yang mampu membayar), menurunkan akses masyarakat ke perguruan tinggi yang berakibat melemahnya manusia Indonesia di persaingan global sebab negara bisa bersaing karena memiliki manusia-manusia yang berpendidikan (belum lagi jika diperbandingkan antara jumlah akademis dengan jumlah rakyat kita, jika diluar negeri hampir 30 - 40% rakyatnya sudah bergelar S1 dan mayoritas lulus SMU), bahkan dengan adanya kebebasan bagi pendanaan perguruan tinggi yang terbuka melalui sistem ekonomi global maka justru kemandirian dunia pendidikan Indonesia hanya bergantung pemilik modal semata (bahkan pemilik modal luar negeri) sehingga yang terjadi adalah bentuk imperialisme baru melalui sistem kapitalisme yang dari dahulu sudah di tentang oleh para pendiri bangsa ini (founding fathers kita), belum lagi ancaman hilangnya ciri khas pendidikan Indonesia yang mempunyai muatan adat-istiadat, moral yang religius.

bahkan dalam gerakan perjuangan bangsa Indonesia para pilar-pilar negara serta founding fathers kita justru menekankan pendidikan sebagai ujung tombak pembangunan negara kita yang harus dilindungi dan harus didukung oleh negara.

Demikianlah kiranya tulisan saya kali ini, mungkin tidak bisa menjawab tetapi saya berharap bisa dijadikan bahan pertimbangan. Dan dibawah ini saya sertakan cuplikan tulisan dari Jurnal Indonesia Merdeka mengenai pendidikan massa baik untuk angkatan muda maupun kaum dewasa:

"Rakyat kita diperlakukan dan dibiarkan dungu. terserah pada kita untuk merubah keadaan itu dan memperbaikinya. Sekolah-sekolah rakyat yang pertama-tama harus kita selengarakan; di tempat-tempat itu pemuda-pemuda Indonesia di bawah bimbingan orang ahli berkumpul hampir setiap hari....... Pendidikan terutama sekali harus menyadarkan pemuda bahwa tujuan hidupnya adalah kemerdekaan Tanah Air. Dengan cara demikian kita memupuk warga negara yang cakap, yang siap berjuang untuk hadiah yang tertinggi bagi Tanah Air kita."

nb: perguruan tinggi yang dimaksudkan di titik beratkan kepada perguruan tinggi negeri