Selasa, 21 September 2010

BAB IV STANDART OPERASI PROSEDUR ( SOP ) STASIUN LOADING RAMP

Garis panduan dan prosedur operasi loading ramp

Cara kerja :
1. Operator harus bisa bekerja sama dengan petugas sortasi dan memastikan TBS yang dibongkar dilantai dibongkar ditempat yang aman dan petugas sortasi segera menghubungi operator alat berat jika sortasi telah selesai agar di masukkan ke dalam hopper.
2. Jika dalam kondisi panen puncak, dimana TBS yang di bongkar di atas lantai, maka operator bekerjasama dengan petugas sortasi harus mengatur pembongkaran tersebut dan memastikan ada jalan untuk alat berat agar dapat mendorong TBS masuk ke hopper.
3. Brondolan dan tandan yang berada di lantai harus segera di masukkan ke dalam Hopper agar tidak terlindas oleh kendaraan yang mengakibatkan luka. Bagian atas hopper harus tetap bersih sepanjang waktu, operator yang bertugas bekerjasama dengan petugas sortasi harus tetap memastikan hal ini telah dilaksanakan
4. TBS harus dimasukkan ke dalam loading ramp terkontrol secara hati – hati, Hopper harus diisi agar tidak ada kekosongan sepanjang operasi dan pengisian harus berurutan dari pintu ke pintu.
5. TBS harus dimasukkan ke dalam lori berdasarkan yang pertama masuk harus pertama keluar( FIFO = First In First Out ). Jika pengisian loading ramp terkendali maka pengeluarannya juga harus terkendali. Operator harus memastikan pengisian lori tidak terselang – seling dan siklus tersebut harus di ulang secara terus menerus sepanjang operasi.
6. Pengisian dan pengosongan yang terkendali akan mencegah bertumpuknya TBS yang dapat menimbulkan naiknya tingkat ALB/ Asam lemak bebas( FFA = Free Fatty Acid ). TBS yang menumpuk akan menyebabkan terjadinya akumulasi panas akibat dari aktivitas kimiawi dari dalam buah.
7. Lori buah harus diisi sepenuh mungkin dengan tidak menghambat / tersangkut didalam sterilizer. Lori yang tidak penuh akan mengurangi kapasitas sterilizer yang mengakibatkan rendahnya kapasitas olah( Througput ) pabrik.
Pengisian janjangan ke dalam lori apabila terdapat berondolan maka dalam satu lori berondolan diisikan ¼ lori dan janjangan diisikan ¾ lori.
8. Pemasukkan dan pemindahan lori dari dan kedalam sterilizer harus dilakukan dengan memakai Capstand / Winch.
Lori ditarik berdasarkan kekuatan / kapasitas capstand( 40 ton hanya bisa menarik 1 rebusan = 12 lori berisi TBS/30 ton tidak boleh lebih dan tidak boleh dipaksakan karena akan mengurangi umur mesin dan kabel seling cepat putus) dengan operator memberikan tanda berupa aba – aba tangan/suara apabila akan dijalankan untuk menghindarkan kecelakaan kerja.
9. Lori harus tetap dalam kondisi bagus dan diperbaiki secara teratur.
Faktor terpenting yang harus diperhatikan adalah jarak main (pergeseran) proses roda lori tidak boleh melebihi 6 mm karena hal ini akan menyebabkan kasus lori keluar dari rel. Lori keluar dari rel berarti kehilangan waktu yang berpengaruh terhadap kapasitas sterilizer yang berkelanjutan dengan kapasitas giling pabrik ( throughput ).
10. Jumlah lori harus cukup untuk kepentingan proses produksi setiap saat. Hal penting yang diperlukan adalah lori yang telah terisi sedikitnya 2 Rebusan di depan sterilizer yang siap dimasukkan sebelum siklus perebusan buah selesai dan telah dikeluarkan dari sterilizer.
11. Lori yang keluar dari rel harus dikembalikan ke rel dengan menggunakan dongkrak atau pengangkat. Lori tersebut tidak boleh didorong atau ditarik dengan paksa kembali rel karena hal ini akan menghancurkan lantai beton dan akan merusakkan roda lori atau rell.
12. Berondolan dan tandan yang terlempar keluar pada saat pemasukan ke lori tidak boleh berserakan dan harus segera dibersihkan dan dimasukkan kedalam lori.
13. Sampah yang ada di loading ramp harus selalu dibuang ke tempat pembuangan jangan sampai ikut dimasukkan kedalam lori dan brondolan yang telah dipisahkan dari sampah harus dipastikan dimasukkan kedalam lori untuk direbus.
14. Kebersihan daerah loading ramp harus tetap terjamin, brondolan, tandan, sampah harus segera dibersihkan setelah habis proses produksi.
15. Karyawan bagian stasiun loading ramp harus tetap berada di stasiun loading ramp pada saat jam kerja kecuali ada keperluan lain demi kelancaran proses produksi
16. Keutuhan peralatan / perlengkapan kerja di Stasiun Loading Ramp harus dijaga.

BAB III STANDART OPERASI PROSEDUR ( SOP ) STASIUN SORTASI

Garis Panduan dan Prosedur Operasi Sortasi

1. Persiapan Kerja

a. Pastikan peralatan kerja untuk sortasi cukup seperti :
 Kapak
 Tojok
 Sekop
 Sapu lidi
b. Semua pekerja yang bekerja dibagian sortasi harus mengetahui dan mengerti Rendement TBS secara visual.
c. Semua pekerja diwajibkan memakai perlengkapan kerja seperti( sepatu boot dan helm )
d. Semua pekerja harus jujur dan bertanggung jawab atas semua perbuatan dan akibat yang ditimbulkan selama melakukan sortiran.
e. Melaporkan semua kecurangan dan kecurigaan yang terjadi selama melakukan sortasi kepada assisten sortasi.

2. Sortasi TBS

Prosedur melakukan sortasi dengan benar sebagai berikut :
a. Mobil TBS sebelum disortasi harus lapor terlebih dahulu kepada security untuk pengantrian penimbangan sesuai dengan nomor urut mobil masuk dan menyerahkan surat pengantar dari supplier.
b. Penimbangan mobil diatur dengan pengaturan 5 mobil sekali naik untuk disortasi atau beradasarkan perintah langsung dari Assisten sortasi dengan penimbangan bergantian dan pada saat penimbangan pertama sopir harus turun ( didalam mobil tidak boleh ada orang ).
c. Masukkan data penimbangan pertama sebagai berikut :
 Nama supplier
 No. Polisi
 Tanggal
 No. Tiket Timbangan
 Berat Bruto
 Jam masuk dan jam keluar
d. Setelah penimbangan pertama selesai selanjutnya sopir TBS diberikan grading form untuk selanjutnya membawa TBS yang diangkut untuk disortasi di loading Ramp.
e. Selanjutnya sopir TBS menyerahkan grading form kepada petugas sortasi yang akan mangatur dimana mobil TBS akan di sortasi dan dibongkar.
f. Petugas sortasi menerima grading form dan mencocokkan SPB yang masuk dengan kwalitas TBS yang akan disortasi.
g. Pelaksanaan sortasi
Mobil TBS masuk ke area sortasi dan TBS siap di sortasi yang dilaksanakan minimal 2 ( dua ) orang untuk setiap 1 ( satu ) mobil TBS.
h. Melaksanakan sortasi sesuai dengan kriteria sebagai berikut :
 TBS Mentah
 TBS sakit ( abnormal ) diatas 30%
 Tandan kosong
 TBS kecil ( dibawah 5 kg )
 TBS campur pasir
i. Menyetop pembongkaran TBS dan melaporkan kepada Assisten/Mandor apabila mendapati TBS yang tidak sesuai dengan Kriteria aturan sortasi.
j. Memeriksa, membandingkan, menganalisa dan mengisi grading form sortasi dengan baik dan benar.
k. Mencatat hasil pengisian grading form kedalam buku di sortasi.
l. Melaporkan kecurangan dan kecurigaan yang terjadi ditempat sortasi kepada Assisten sortasi.
m. Melakukan pengaturan sortasi dengan System FIFO ( First in first out )
n. Setelah selesai sortir selanjutnya grading form ditandatangani oleh Mandor/ Operator/Krani/Assisten serta supplier atau sopir mobil TBS.
o. Selanjutnya sopir TBS diperkenankan meninggalkan tempat sortasi dengan membawa grading form dan melakukan penimbangan kedua, dan saat penimbangan sopir harus turun dari mobil dan menyerahkan Grading form kepada petugas timbangan untuk melakukan penghitungan terhadap TBS yang telah disortasi sesuai dengan grading form.
p. Setelah penimbangan kedua dan administrasi penimbangan telah selesai sopir sudah dapat diperkenankan untuk meninggalkan PMKS PT. Angso Duo Sawit.

3. Kriteria Penerimaan TBS

a. Buah Plasma ( Jenis Tenera )
 Plasma I : Buah ini besar harus sama/rata tanpa dura
 Plasma II : Buah ini besar tidak harus sama/rata, Toleransi dura 10 %
Potongan 1.5 % keatas

b. Buah Kebun Pribadi ( Buah ini harus segar dengan toleransi dura 50 % )
 Ukuran 16 Kg keatas
 Ukuran 11 Kg keatas
 Ukuran 6 Kg keatas
Potongan wajib 2.5 % keatas.
c. Buah masyarakat ( Buah ini adalah buah campur dengan toleransi dura 40 % )
 Ukuran 16 Kg keatas
 Ukuran 11 Kg keatas
 Ukuran 6 Kg keatas
Potongan wajib 3.5 % keatas

Catatan :

 Buah Mentah : Buah yang mempunyai daging buah bewarna hijau atau kuning pucat tanpa ada warna orange.
 Buah Sakit : Buah dengan kondisi brondolan yang besarnya tidak rata dan brondolan kecil-kecil bewarna hijau atau kuning pucat.

4. Kebersihan dan pelayanan

a. Menjaga dan memelihara agar stasiun sortasi dalam keadaan bersih pada saat masuk dan pulang kerja.
b. Menjaga dan memelihara peralatan kerja agar selalu tersusun rapi dan di simpan di tempat yag telah disediakan.
c. Memberikan layanan dan informasi yang benar kepada supplier TBS/Sopir TBS di saat sortasi sedang berlangsung.

BAB II STANDART OPERASI PROSEDUR ( SOP ) STASIUN TIMBANGAN

1. Persiapan Kerja
a. Periksa keadaan timbangan dan peralatan kerja
b. Operator bekerjasama dengan petugas untuk memeriksa seputar stasiun timbangan termasuk lantai bawah jembatan timbang.
c. Periksa kondisi load cell, harus dalam kondisi baik.
d. Periksa keberadaan computer harus lengkap dengan printer.
e. Periksa kabel – kabel dibawah timbangan harus dalam keadaan kering dan tidak ada yang putus.
f. Periksa kertas, karbon, dan alat tulis termasuk persediaan segel untuk Cpo & kernel.
g. Pastikan dijembatan timbangan tidak ada kotoran seperti, tanah dan benda – benda asing yang mengganggu operasional timbangan.

2. Start Pengoperasian
a. Pasang semua kabel – kabel konektor dengan benar.
b. Hidupkan UPS
c. Hidupkan computer dan pastikan tanggal dan jam dilayar monitor harus sama dengan tanggal hari ini. Jika ada kelainan settinglah tanggal dengan menyelipkan data dan buatlah tanggal yang benar, jika timbul masalah laporkan kepada KTU.
d. Pastikan pada setiap penimbangan indicator menunjukkan zero.
e. Memastikan mobil yang ditimbang tepat berada diatas jembatan timbang.

3. Penimbangan
I. Penimbangan TBS
Melakukan penimbangan dengan benar sebagai berikut :
a. Setiap kendaraan angkutan TBS harus menyerahkan SP (Surat Pengantar) Supplier sebelum ditimbang dengan data sebagai berikut : tanggal, no lokasi, asal supplier. Dan sebelumnya sopir harus melapor kepada security untuk pengaturan TBS masuk.
b. Lakukan penimbangan, pertama sopir harus turun
c. Masukkan data pada saat timbang pertama.
d. Pada saat dimonitor menerangkan apakah data sudah benar? periksa secara visual, pastikan sopir sudah turun dari kendaraan dan tidak ada lagi yang mengganggu pada saat penimbangan. Lalu tekan enter.
e. Tuliskan berat pertama pada kolom surat pengantar dengan jelas
f. Lakukan penimbangan kedua setelah TBS dibongkar dengan memasukkan data kendaraan dengan benar.
g. Pada saat penimbangan kedua, sopir harus turun dari atas kendaraan sebagaimana penimbangan pertama.
h. Mencetak tiket hasil timbangan dengan copy 1 x 4 lembar untuk :
• 1 lembar tiket warna hijau untuk sopir angkutan TBS
• 1 lembar tiket warna putih untuk kantor pusat Jakarta
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor
i. Semua angkutan diperlakukan sama.
j. Mencatat data penimbangan pada buku timbangan.
k. Memeriksa kembali buku catatan data timbangan TBS pada saat akan tutup timbangan.

II. Menimbang CPO
Melakukan penimbangan setiap tangki CPO dengan benar sebagai berikut :
a. Mobil tangki datang ke PT. Angso Duo Sawit.
b. Sopir mobil tangki CPO mendaftar ke pos security untuk meminta/ mengambil surat izin pengisian.
c. Pemeriksaan oleh petugas security terhadap mobil tangki supaya dalam kondisi bersih isi dalam tangki sebelum tahap pengisian dilakukan, apabila isi dalam tangki kotor, sopir mobil tangki diminta untuk membersihkannya dan bila tidak ditaati maka tidak boleh mamasuki area perusahaan.
d. Sopir mobil tangki CPO menyerahkan surat izin pengisian dan surat DO dari perusahaan/angkutan yang ditunjuk sebagai mitra dalam expedisi/ pengangkutan CPO kepada Staff kantor/krani produksi untuk dilakukan pengecekkan lebih lanjut dan ditanda tangani oleh yang berwenang.
e. Sesudah administrasi selesai, surat izin pengisian dan surat DO dari expedisi/ pengangkutan diserahkan kebagian timbangan dan diperiksa oleh Staff timbangan/pengawas timbangan.
f. Penimbangan mobil tangki CPO dilaksanakan dengan pengawasan petugas security ditimbangan untuk memperlancar dan menghindari kecurangan pada saat mobil tangki CPO ditimbang dan pastikan pada saat penimbangan sopir harus turun dan amati kebenaran berat tangki kosong.
g. Masukkanlah data yang dibutuhkan dengan benar sebagai berikut :
• No Polisi
• Nama angkutan
• Tujuan
• No DO
• Tanggal DO
• No SPB
• Tanggal SPB
• No segel
• Kadar air , kotoran dan FFA
h. Mobil tangki CPO masuk ke area pengisian sesuai dengan nomor antri kedatangan mobil tangki tersebut.
i. Drainase CPO dari tangki timbun sampai bersih( dilakukan oleh petugas pengisian/despacth ) sebelum dilakukan pengisian kemobil tangki disaksikan oleh Staff kantor/krani produksi. Stock Cpo yang tidak dapat di ambil ( stock mati ) dari Storage tank No. 1 (500 ton ) ± 15 ton dan storage No. II ( 1.000 ton ) ± 30 ton.
j. Pengisian CPO ke mobil tangki dilakukan
k. Setelah mobil tangki CPO diisi kemudian ditimbang untuk mengetahui berapa muatan yang akan dibawa oleh mobil tangki tersebut dan pastikan pada saat penimbangan sopir harus turun.
l. Setelah timbang kedua tiket penimbangan diprint 4 rangkap dari SPB diprint 4 rangkap sebagai :
• 1 lembar tiket warna putih untuk sopir angkutan CPO
• 1 lembar tiket warna hijau untuk kantor pusat Jakarta
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar tiket warna kuning untuk kantor
m. Petugas security kemudian menyegel mobil tangki setelah selesai ditimbang dan sebelum berangkat/meninggalkan area pabrik.
n. Sopir mobil tangki mengambil surat bukti timbang/surat jalan dari petugas timbangan dan diserahkan kepad Staff kantor/Krani produksi untuk menyelesaikan administrasinya dan ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.
o. Setelah surat jalan/administrasi selesai dan segel sudah terpasang mobil tangki CPO dipersilahkan untuk diperiksa dipos security untuk memastikan segel dan kelengkapan surat jalan lengkap.
p. Mobil tangki CPO diperkenankan meninggalkan area PT. Angso Duo Sawit.

III. Penimbangan Inti ( Kernel )
Melakukan penimbangan truck inti ( kernel ) dengan benar sebagai berikut :
a. Mobil truck kernel ( inti ) masuk ke PT. Angso Duo Sawit.
b. Sopir mobil truck kernel ( inti ) mendaftar ke pos security untuk meminta/ pengambilan surat izin pengisian
c. Pemeriksaan oleh petugas security terhadap mobil truck supaya dalam kondisi bersih isi dalam truck sebelum tahap pengisian dilakukan ( apabila isi dalam bak truck kotor, sopir mobil truck diminta untuk membersihkannya dan bila tidak ditaati maka tidak boleh memasuki area perusahaan.
d. Sopir mobil truck kernel/inti menyerahkan surat izin pengisian dan surat DO dari perusahaan angkutan yang ditunjuk sebagai mitra dalam expedisi/pengangkutan kernel kepada Staff kantor/Krani produksi untuk dilakukan pengecekkan lebih lanjut dan ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.
e. Sesudah administrasi selesai surat izin pengisian dan surat DO dari expedisi/ pengangkutan diserahkan kebagian timbangan dan diperiksa oleh Staff timbangan/pengawas timbangan
f. Penimbangan mobil truck kernel/inti dilaksanakan dengan pengawasan petugas security ditimbangan untuk memperlancar dan menghindari kecurangan pada saat mobil ditimbang dan pastikan pada saat penimbangan pertama sopir truck harus turun.
g. Ketikkan data yang dibutuhkan dengan benar sebagai berikut :
• No polisi
• No DO dan Tanggal DO
• No SPB dan Tanggal SPB
• Nama angkutan
• Tujuan
• Data kadar air dan kotoran
• No segel
h. Mobil truck kernel/inti masuk ke area pengisian sesuai dengan nomor antri kedatangan mobil ke area perusahaan.
i. Pengisian kernel/inti ke mobil truck dilakukan.
j. Setelah mobil truck kernel diisi kemudian ditimbang untuk mengetahui berapa muatan yang akan dibawa oleh mobil truck tersebut. Dan pastikan pada saat penimbangan kedua, sopir truck harus turun.
k. Mencetak/print tiket penimbangan inti ( kernel ) 4 rangkap :
• 1 lembar tiket warna putih untuk sopir angkutan kernel/inti
• 1 lembar tiket warna hijau untuk kantor pusat Jakarta
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor
Disertakan beberapa surat diantaranya :
1. Berita acara pemeriksaan sample 3 rangkap :
• 1 lembar warna putih untuk sopir
• 1 lembar warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar warna kuning untuk arsip kantor.
2. Surat jalan dari PT Angso Duo Sawit 3 rangkap :
• 1 lembar warna putih untuk sopir
• 1 lembar warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar warna kuning untuk arsip kantor
l. Petugas security kemudian menyegel mobil truck kernel setelah selesai ditimbang dan sebelum berangkat/meninggalkan area pabrik.
m. Sopir mobil truck kernel mengambil surat bukti timbang/surat jalan dari petugas timbangan dan diserahkan kepada staff kantor/krani produksi untuk menyelesaikan administrasinya dan ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.
n. Setelah surat jalan/administrasi selesai dan segel sudah terpasang mobil truck kernel dipersilahkan untuk diperiksa di pos security untuk memastikan segel dan kelengkapan surat jalan lengkap.
o. Mobil truck kernel dipersilahkan meninggalkan area PT. Angso Duo Sawit.

IV. Penimbangan Solar
Penimbangan tangki solar dengan benar adalah sebagai berikut :
a. Tangki yang akan ditimbang harus dilengkapi SPB yang benar
b. Saat penimbangan sopir harus turun
c. Pastikan data – datanya benar seperti :
• No polisi
• No SPB / Faktur
d. Keterangan jumlah liter
e. Setelah timbangan pertama faktur diserahkan kepada petugas gudang yang bertugas dalam penerimaan solar.
f. Penimbangan kedua setelah tangki kosong, sopir harus turun saat ditimbang.
g. Mencetak 1 x 4 hasil penimbangan setelah ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.
• 1 lembar tiket warna putih untuk arsip Purchasing
• 1 lembar tiket warna hijau untuk sopir/suplier
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip gudang
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor/timbangan

V. Penimbangan penerimaan gudang seperti CaCo3, semen , pasir
a. Penimbangan kendaraan untuk material gudang sopir harus turun untuk penimbangan pertama dan penimbangan kedua.
b. Mencetak hasil penimbangan 1 x 4 setelah ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang .
• 1 lembar tiket warna putih untuk arsip Purchasing
• 1 lembar tiket warna hijau untuk sopir/suplier
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip gudang
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor/timbangan

VI.Penimbangan Abu Janjangan
Melakukan penimbangan truck abu janjangan dengan benar sebagai berikut :
a. Truck yang akan memuat abu janjangan harus menyerahkan DO yang syah sebelum ditimbang dan juga truck harus periksa oleh satpam/security terlebih dahulu.
b. Setelah kondisi truck benar – benar bersih berikutnya sopir truck diberi surat izin pengisian abu janjangan.
c. Pada saat timbang pertama sopir truck harus turun.
d. Ketikan data yang dibutuhkan dengan benar sebagai berikut :
• No polisi
• No DO dan Tanggal DO
• No SPB dan Tanggal SPB
• Nama angkutan
• Tujuan
e. Penimbangan kedua, setelah truck memuat janjangan kosong sopir harus turun
f. Mencetak/print tiket penimbangan abu janjangan 4 rangkap setelah ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang:
• 1 lembar tiket warna putih untuk sopir angkutan abu janjangan
• 1 lembar tiket warna hijau untuk kantor pusat Jakarta
• 1 lembar tiket warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar tiket warna kuning untuk arsip kantor
Disertakan Surat jalan dari PT Angso Duo Sawit 3 rangkap :
• 1 lembar warna putih untuk sopir/angkutan
• 1 lembar warna merah untuk arsip timbangan
• 1 lembar warna kuning untuk arsip kantor
g. Setelah surat jalan administrasi selesai dipersilahkan untuk diperiksa dipos security, bila tidak ada masalah mobil truck pengangkut abu janjangan dipersilahkan meninggalkan area PT. Angso Duo Sawit.

4. Mencetak laporan penimbangan pada saat akan tutup timbangan :
a. Mencetak laporan seluruh data penimbangan menjelang tutup timbangan
b. Memeriksa laporan yang dicetak, perbaiki jika ada yang salah.
c. Mengarsipkan laporan

5. Mematikan timbangan
a. Rapikan alat – alat kerja distasiun timbangan
b. Push off computer dan print
c. Switch off UPS dan stabilizer
d. Lepaskan Cok conection induk dari UPS semua mesin timbangan
e. Kunci jendela dan laci – laci, matikan AC, lampu, dan pintu timbangan dipastikan terkunci.

6. Kebersihan dan pelayanan
a. Memelihara dan menjaga agar stasiun timbangan tetap bersih
b. Operator bekerjasama dengan petugas timbangan setiap saat siaga dan berada distasiun timbangan pada saat jam dinas.
c. Menjaga kerahasiaan intern perusahaan yang dianggap tidak layak diketahui pihak lain.

Sabtu, 19 Juni 2010

BAB I STANDART OPERASI PROSEDUR

Adalah benar tanpa SOP proses akan tetap dapat berlangsung,tetapi akan lebih baik dengan SOP produktivitas dan efisiensi dapat di tingkatkan.
SOP ( standart operasi prosedur ) adalah : Suatu system pelatihan kerja,dimana pekerja
memperoleh keahlian baru melalui tahap-tahap
kerja pada stasiun kerja yang di butuhkan dalam
perusahaan.
SOP merupakan suatu struktur yang sistematis dan dilaksanakan oleh Assisten dan pekerja saat melakukan pekerjaan. Dalam SOP pekerja hanya mempelajari keahlian-keahlian yang di butuhkan untuk memproduksi sesuatu. SOP memungkinkan pekerja,untuk dilatih secara cepat dalam menyerap metode-metode kerja dan teknologi baru secara terus menerus.
Pelaksanaan pelatihan program SOP langsung dilakukan pada stasiunkerja atau di tempat kerja.

Tujuan SOP adalah :
 Meningkatkan kemampuan dari pekerja yang berpengalaman bila terjadi perubahan pada metode-metode kerja atau penerapan teknologi baru dalam pekerjaan.
 Melatih dan menempatkan pekerja yang baru sesuai dengan unit kerjanya atau bidangnya.
 Mengorientasikan pekerja-pekerja yang akan dipromosikan pada pekerjaan mereka yang baru.

Manfaat SOP lebih dari sekedar pelatihan kerja,tetapi SOP mengakibatkan :
1) Cara kerja yang sama
2) Proses kerja meningkat
3) Memanfaatkan tenaga kerja lebih efektif
4) Biaya yang lebih rendah berhubungan dengan pengeluaran dan waktu yang terbuang.
5) SOP menjamin bahwa keahlian yang di pelajari relevan dan dapat diterapkan dengan segera dalam proses produksi.

Persiapan sebelum melaksanakan SOP
1. Memilih area kerja yang cocok.
Walaupun SOP diberikan pada area kerja sebenarnya, dapat dipilih area kerja atau stasiun kerja untuk pelatihan. Area ini dipilih untuk mempermudah instruktur dalam memberikan pelatihan dan akan menguntungkan jika satu line digunakan sebagai line training.
2. Mengenal orang – orang yang akan dilatih
Kesuksesan dari banyak training juga tergantung kemampuan untuk dilatih dari para pekerja, penyeleksian dan penempatan pekerja. Selain berdasarkan pengalaman kerja, pekerja tersebut paling tidak harus mempunyai kualitas mental dan fisik yang baik sehingga pekerja tersebut dapat dilatih untuk melaksanakan pekerjaan dengan efisien.
3. Mengulangi pekerjaan dan membuat rincian operasi
a. Instruksi SOP dalam membuat analisa kerja biasanya berdasarkan penglamannya. Setelah dianalisa, hal – hal perlu agar diulang sesuai dengan apa yang dibutuhkan pekerja. Pekerjaan tersebut kelihatan mudah bagi instruktur tetapi bagi pekerja belum tentu demikian.
b. Pada banyak pekerjaan operasi langkah – langkah kerja berbeda menurut tingkat kesulitannya, jika memungkinkan untuk mengajar pertama sekali dengan memberikan langkah – langkah kerja yang mudah.
4. Merencanakan bagian – bagian dari pelatihan
Instruktur harus mempelajari urutan kerja dan menentukan langkah – langkah yang akan diterapkan dalam setiap bagian dari pelatihan. Hal ini harus direncanakan guna mengantisipasi kesulitan yang akan ditemui pekerja.
5. Menyeleksi peralatan dan perlengkapan kerja yang benar
Hal ini mendasar dalam training yaitu peralatan dan perlengkapan kerja harus dipilih secara benar.

Instruksi kerja yang sukses :
a. Buatlah urutan kerja secara rinci.
b. Pastikan pekerja berada pada tempat dimana dia dapat melihat setiap gerakan dan setiap bagian kerja yang sedang didemonstrasikan.
c. Tunjukkan bagaimana menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan cepat agar pekerja dapat membayangkan berapa cepat pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.
d. Lakukan demonstrasi secara lambat untuk memperlihatkan setiap langkah, menjelaskan hal penting, dan mendemonstrasikan setiap hal penting tersebut dengan jelas.
e. Setelah menjelaskan dengan lengkap, demonstrasikan lagi dengan cepat.
f. Berikan kesempatan untuk bertanya.
g. Gunakan bahasa yang jelas dan sederhana dalam memberikan penjelasan
h. Jelaskan semua istilah – istilah teknik dengan hati – hati
i. Biarkan pekerja melakukan pekerjaannya dengan lambat, periksa setiap bagian – bagian penting.
j. Ulangi lagi
k. Menegaskan cara yang aman untuk melakukan pekerjaan setiap waktu
l. Jangan menunjukkan cara yang salah melakukan pekerjaan
m. Biarkan pekerja tersebut bekerja sendiri tetapi jangan lupa mengawasinya dengan hati – hati.
n. Memberi semangat kepada pekerja untuk mengajukan pertanyaan
Tahap – tahap yang harus diikuti untuk pelaksanaan SOP yang lebih baik :
1. Meningkatkan kebijaksanaan.
Mempersiapkan suatu gambaran tertulis mengenai organisasi kerja sebagai dukungan terhadap SOP terstruktur dan membuat komitmen untuk mencurahkan perhatian untuk itu.
2. Meningkatkan rasa tanggung jawab
Menjelaskan siapa yang bertanggung jawab penuh terhadap SOP, tuliskan pada deskripsi kerja untuk assisten & semua karyawan.
3. Melihat apa yang biasa dijadikan teladan
4. Merencanakan & melakukan pelatihan program SOP secara rutin.
5. Sediakan parameter – parameter pendukung seperti SOP visual, rencana pelatihan, alat – alat bantu kerja, dll.
6. Menghindari pekerjaan yang sekaligus.
Mulailah usaha untuk meningkatkan SOP dalam skala kecil dalam unit kerja. Gunakan kesuksesan pada unit tersebut sebagai teladan untuk unit lainnya.
7. Pertimbangkan keahlian membaca dan menulis. Gunakan keahlian membaca dan menulis sebagai cara untuk meningkatkan SOP menangani masalah – masalah yang berhubungan dengan kinerja ditempat kerja.

Manfaat SOP bagi Manager & Assisten :
 Mengurangi waktu untuk kerja rutin.
 Waktu lebih tersedia untuk berkreatif
 Waktu lebih tersedia untuk melakukan pekerjaan penting.
 Waktu lebih banyak untuk melatih bawahan.
 Waktu lebih banyak untuk melakukan penelitian dan pengembangan.
 Sedikit waktu yang dihabiskan untuk mendiskusikan ketidak-disiplinan.
 Perencanaan dan control lebih baik.
 Kesempatan untuk promosi lebih besar.

Manfaat SOP bagi pekerja :
 Meningkatkan moral pekerja.
 Meningkatkan productivity.
 Kegagalan kerja lebih sedikit.
 Kecelakaan kerja lebih sedikit.
 Hubungan kerja terjalin baik.
 Kesempatan promosi lebih baik dan upah yang lebih tinggi.

Beberapa Keuntungan SOP adalah :
1. Pekerja menghasilkan produk saat dilatih.
2. Pekerja dilatih dalam prosedur kerja spesifik yang diperlukan dalam pekerjaan. Waktu tidak terbuang sia-sia untuk prosedur yang tidak diperlukan dalam pekerjaan.
3. Prosedur dan teknik yang benar diajarkan,memperbaiki kebiasaan kerja serta meningkatkan kinerja selama pelatihan.
4. Keahlian-keahlian yang produktif memungkinkan dikembangkan lebih cepat.
5. Orientasi dari pekerja layak diperlukan dan merupakan bagian dari pelatihan.Saat melakukan produksi ia dikenalkan dengan situasi kerja lebih cepat.
6. Hasrat dari pekerja untuk belajar semakin besar karena :
 Perlunya suatu training lebih terlihat bagi pekerja.
 Pekerja dapat melihat kemajuannya sebagai hasil dari pelatihan.
 Keberatan-keberatan untuk latihan di ruang kelas ditiadakan.
 Pekerja menyadari ia melakukan produksi yang bermanfaat.Ia mengetahui kesalahan-kesalahan dari waktu dan material yang terbuang.
7. Pelatihan dapat dijabarkan kedalam nilai,isi,dan metode untuk tipe pekerja yang di butuhkan.
8. Pemberian Instruksi lebih bertanggung jawab untuk keperluan unit operasi.
9. Instruksi lebih mudah,obyektif dan tepat dalam mengukur langkah demi langkah kemajuan pekerja selama pelatihan.
10. Pengawasan yang lebih mudah sesudah pelatihan formal dilaksanakan kerana hubungan kerja yang baik antara Assisten ( Instruktur ) dan pekerja selama pelatihan.
11. Pelatihan tempat kerja adalah suatu kesempatan dalam memberikan cara terbaik dari pelatihan yang aman.Operasi yang baik dengan praktek dan metode yang aman adalah suatu ajaran serta membentuk kebiasaan yang baik sebagai bagian yang dibutuhkan dari pekerjaan.
12. Perbedaan kemampuan belajar antara pekerja-pekerja lebih mudah dilihat.

Penerapan dan Pengembangan SOP :

Proses penerapan & pengembangan SOP di bagi dalam 4 tahap :
1. Organisational Analysis.
Hal pertama dalam mengembangkan program SOP bukanlah pelatihan kerja melainkan analisa atau pemahaman terhadap sistem organisasi / Sistem operasi secara keseluruhan. Untuk mengembangkan program SOP yang sistematis dan terarah pada setiap pekerjaan, tahap ini diikuti oleh analisa dari berbagai tugas yang diharapkan dari setiap pekerja untuk menghasilkan produk tertentu.
2. Task Analysis
Tahap ini adalah tahap analisa seluruh tugas pokok. Urutan dan rincian tugas,keterampilan dan pengetahuan yang harus dimiliki serta pedoman pelatihan bagi Assisten.
Tahap ini di sebut juga tahap penyusunan dan pembuatan struktur SOP yang dijadikan pedoman melatih pekerja bagi Assisten yang meliputi :
a. Assisten menunjukkan bagaimana melakukan pekerjaan,menjelaskan hal-hal penting yang dibutuhkan dalam tahap spesifik.
b. Pekerja melakukan pekerjaan di bawah petunjuk Assisten yang memberi masukkan / informasi pada pekerjaan yang di lakukan.
c. Pekerja melakukan pekerjaan tanpa pengawasan tetapi mendiskusikan hasil kerja akhir dengan Assisten, yang memberikan masukkan dan menambahkan hal-hal lain yang perlu.
d. Pekerja berusaha sendiri dan bertanya apabila tidak mampu menemukan jalan keluarnya atau mengalami keraguan.
3. Implementation.
Sebelum mengimplementasikan program SOP perlu mempersiapkan tempat kerja, peralatan kerja, dan Assisten..
4. Evaluation
Tahap akhir proses pengembangan SOP adalah evaluasi dimana apa yang telah dipelajari oleh pekerja dinilai secara keseluruhan. Penilaian ini dapat diformalisasi dengan membuat catatan harian,dimana rata-rata hasil pelatihan kerja dari setiap keahlian yang dipelajari tersebut dicatat. Evaluasi ini penting untuk mempertahankan standart mutu,meningkatkan keefektifan program SOP dan yang paling penting meyakinkan pekerja untuk lebih mendalami apa yang telah dipelajari untuk pembentukan keahlian selanjutnya.

Evaluasi dapat dilakukan terhadap :

1) Pengetahuan.
Evaluasi dari pengetahuan dapat dilaksanakan secara lisan,tulisan dan laporan yang di buat.
2) Keterampilan.
Evaluasi dari keterampilan dapat dibuat dengan mengukur kinerja dari pekerja & kualitas produk yang di hasilkan.
3) Sikap.
Evaluasi dari perubahan sikap dapat dibuat melalui Interview dan daftar pertanyaan.
4) Praktek Kerja.
Evaluasi dari perbaikan praktek kerja dapat dibuat melalui analisa keselamatan kerja, data produksi dan interview dengan pekerja dan Assisten.
5) Efektivitas Training.
Evaluasi dari tujuan ini meliputi pengukuran dari efektivitas dari material, peralatan, dan instruksi.
6) Hasil Training.
Evaluasi dari tujuan ini meliputi tanggapan dari pekerja dan Assisten selama training,saran untuk perbaikan kerja, dan penghematan waktu yang dicapai melalui training.

Faktor-faktor penghambat dan metoda-metoda dalam mengatasinya dalam pelaksanaan program SOP :

No Faktor –faktor Penghambat Metode Yang Dilakukan
1 Memberi penjelasan yang berlebihan Analisa apa yang akan di jelaskan,kemudian pelajari kemampuan dari pekerja yang menerimanya.
2 Menjelaskan terlalu cepat Analisa metode belajar,usahakan pekerja dapat mengikuti instruksi kita dengan mudah.
3 Perasaan takut dalam menghadapi pekerjaan baru Jelaskan cara menghindari bahaya,berusaha tingkatkan rasa percaya diri pekerja.
4 Kerumitan dari pekerja Rincilah pekerja tersebut dalam beberapa demonstrasi,susunlah tahap-tahap mengajar dengan teliti
5 Istilah-istilah teknik Gunakan istilah teknik yang dimengerti selama
memberikan instruksi dan jelaskan dengan sederhana
6 Rasa gugup Tempatkan pekerja pada posisi yang tepat sesuai dengan kemampuannya,buat ia merasa tenang.
7. Merasa rendah diri,kurang percaya diri,dan segan. Berusahalah agar bersikap ramah.Tunjukkan pada pekerja bagaimana ia dapat memperbaikinya.
8 Keras kepala Mengembalikan rasa percaya diri dan kepedulian
9 Gangguan dari luar Membahas dengan pekerja dan jelaskan efek negatifnya.
10 Sifat malas Meningkatkan minat pekerja dan membandingkan hasil kerja ditempat lain dimana program ini berhasil di laksanakan.
11 Kecerobohan Jelaskan akibatnya/ konsekuensinya,awasi pekerja melakukan pekerjaannya hingga benar.
12 Tidak cermat/ akurat Membantu meningkatkan kecermatan dan keahliannya serta memberikan semangat
13 Kemampuan belajar yang lambat Pastikan pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan pekerja.



Suatu training dianggap berhasil apabila pekerja telah mencapai hasil produksi yang diinginkan baik dari segi quality maupun quantity. Tetapi cara ini tidak cukup obyektif, karena pekerja-pekerja tersebut merupakan suatu group dalam melakukan pekerjaan. Cara lainnya, dengan memberikan test secara tertulis mengenai ilmu pengetahuan pekerja tersebut dan pengertian / pemahamannya tentang langkah-langkah, teknik-teknik,dan hal-hal yang penting dalam melaksanakan pekerjaan.

Bagi pekerja, proses training berhasil apabila pekerja memperoleh seluruh keterampilan yang diperlukan. Dan system training berhasil apabila orang-orang yang telah mengikuti training dapat melakukan pekerjaan lebih baik dari pada orang yang belum pernah mengikuti training.

Selasa, 05 Januari 2010

STERILISATION 2


Pada system rebusan bertekanan ada beberapa alat yang digunakan , yaitu :
1. Main steam inlet, berfungsi sebagai supply steam dari BPV (back pressure vessel)
2. Auxiliary steam inlet, berfungsi sebagai secondary supply steam (pembantu suplly steam dari main steam inlet)
3. Kondensat c/w strainer, berfungsi untuk pembuangan kondensat hasil perebusan
4. Deaerasi, berfungsi untuk buang udara agar proses perebusan optimal
5. Exhaust, berfungsi untuk membuang steam yang di lewatkan melalui blow down silencer
6. Safety valve, berfungsi sebagai pengaman bejana tekan dari tekanan yg melebihi tekanan ijin.
7. Pressure gauge, berfungsi untuk mengetahui tekanan yg ada didalam bejana
8. By-pass kondensate, berbentuk orifice dg diameter 10 mm – 15 mm, berfungsi membuang kondensat selama proses perebusan berlangsung yang di by pass dg tujuan agar kondensate terbuang secara kontinyu.

STERILISATION

Di pabrik kelapa sawit proses penting pertama adalah proses perebusan.
Proses perebusan (sterilising) menggunakan steam bertekanan atau pada " Atmospheric pressure ".
Sumber steam didapat dari Boiler yang disuplai ke Back pressure vessel yang selanjutnya dikirim ke steriliser.

Kenapa buah sawit (selanjutnya ditulis TBS >> Tandan Buah Segar) perlu direbus????
alasannya adalah :
1.Mematikan enzym
Lipolytic enzym akan membentuk Free Fatty Acid (FFA), yang akan menurunkan kualitas CPO. Enzym ini rusak/mati hanya dengan proses pemanasan (min. temp. 50 der celcius)
2. Memudahkan proses pelepasan brondolan dari janjangan
3. pemanasan dan dehidrasi nut, agar mudah dalam proses pemisahan cangkang (Shell) dan kernel
4. melembutkan mesocarp agar memudahkan proses digesting

Cara Setting Pintu Steriliser "Konvensional"

Dimana sering kita temui pintu berat ditutup, sehingga sering ditemui kebocoran steam dan bahkan yg sangat memprihatinkan overlap pintu hanya 50% - 60%. Padahal disyaratkan minimal 80%. Hal2 tersebut terjadi karena tidak tahu teknis men-setting pintu sehingga kondisi pintu yg tidak normal tdk dilakukan perbaikan atau mungkin cara settingnya yg salah.

Prinsip menyetting pintu adalah sederhana sekali yaitu face pintu dan face shell pintu harus bertemu tanpa clearance dan center atau memiliki titik pusat yang sama.
Bagaimana cara mengetahuinya center dan rapat/tidak ada clearance ?
Caranya masuk ke dalam dan pintunya ditutup (dengan mengunci pakai racket), sedangkan pintu sisi yang lainnya dibiarkan terbuka sebagai sumber cahaya dan oksigen. Saat pintu tersebut ditutup amati dengan senter/spot light, nah amati bagian sisi mana dari face/lingkaran pintu yang bergeser dari shell atau tidak center.
Yang menjadi persoalan selama ini adalah menyetting pintu hanya melihat dari luar pintu.

Pintu memiliki lengan (arm) dimana sambungannya berupa engsel. Engsel pintu berupa shaft (yg tetap) yang bisa dinaikkan dan diturunkan, kemudian shaft dikelilingi oleh silinder yang memegang lengan (arm pintu). Silinder ini diberi pasangan mur - baut yang berjumlah 4 pcs diatas (2 set) dan 4 pcs dibawah (2 set juga).

Untuk mendapatkan posisi center pintu terhadap shell steriliser posisi titik pusatnya harusnya segaris (agak susah dicari, hanya konsep angan-angan kita). Caranya mencari atau menyocokkan adalah dengan menyetting pasangan mur - baut tersebut diatas.
Perhatikan bahwa untuk menyetel pasangan mur - baut ini hanya diijinkan 1 pasang (set) tidak diperbolehkan untuk melakukan 2 set dalam waktu bersamaan, jika tidak akan terjadi pergeseran pintu yang tidak terkontrol dan bahakan kerusakan baut/aus akibat menahan beratnya pintu.
tiap pasang mur baut diset saat pintu dalam posisi tertutup (tidak perlu dikunci dengan racket) dan biasakan posisi tertutup ini untuk membedakan pasangan mur-baut yang mana yang kita set.
Dalam posisi ini, hanya pasangan mur-baut kiri dan kanan saja yang diset, baik yang yang atas dan yang bawah. Jangan ikut diset pasangan mur-bautnya yang depan dan belakang baik atas dan bawah. menentukan kiri kanan dan muka belakang dimana posisi kita diluar pintu menghadap pintu.

Tiap pasang mur - baut, katakanlah kiri dan kanan (misal bagian atas), jika yang kiri mau dikencangkan (putar kanan) maka yang kanan harus dikendorkan lebih dahulu. Demikian sebaliknya.
Dan prinsip yang utama dari penyettingan adalah karena shaftnya yang tetap maka silinder tadi yang bergerak terhadap shaft tadi berikut dengan pintunya. Jadi kalau dikencangkan baut sebelah kiri maka pintu akan bergerak dengan arah masuk baut, maka akan bergerak ke kanan. Demikian seterusnya.

Jika pintu sudah center, coba dimasukkan dengan dorongan perlahan, jika sudah bergerak dengan sendirinya dan tidak balik menuju shell steriliser berarti sudah ok.
Kadang-kala masih sangkut dengan ring pintu sehingga agak berat menutupnya. yang perlu dilakukan adalah selanjutnynya menyetting ring pintu tersebut. Syaratnya bearing dari ring pintu harus ok, tidak tertutup oleh deposit dari kebocoran steam. bila ada yang macet, tidak ada cara lain kecuali diganti. Semasih bisa dibersihkan dengan solar atau minyak tanah lakukan.

Beri tanda bagian yang sangkut dan pada posisi dekat bearing itulah yang harus dikencangkan. Misalanya pada jam 6 terjadi sangkut maka pada bagian ini bautnya pada ring dikencangkan, sebaliknya pada jam 12 harus dikendurkan. Jadi posisi berlawanan satu dikencangkan satunya dikendorkan.
Jika seetingan ring pintu sudah ok seharusnya clearance antara shell pintu dan ring clearance sama untuk kelilingnya. bisa gunakan filler gauge untuk ini.

Sudah tentu bagian face pintu yang lecet atau tidak rata karena jatuhnya lorry dsb harus digerinda dengan rata.

Tahap terakhir adalah mendorong pintu masuk dan biarkan bergerak sendiri, bila face to face ketemu maka kunci hanya 5%. ini dimaksudkan agar pintu tidak bergerak keluar. lalu pasangan mur-baut depan dan belakang pada bagian atas dan bawah DIKENDURKAN SEMUANYA dalam waktu bersamaan. Jika sudah lakukan penguncian pintu dengan racket secara maksimum. Setelah itu baru lah pasangan mur - baut depan belakang dikencangkan kembali sesuai yang diminta pintu tersebut (jangan dipaksakan harus sama dari posis bautnya sebelumnya). Jadi dengan cara ini pintu sudah merapat dengan baik.